Oktober 15, 2008 • 4:29 am
Postingan kali ini anggap aja buat pelajaran bagi kita semua bahwa secanggih apapun sistem dan peraturan dibuat, pikiran kotor manusia selalu lebih canggih. Dalam kesempatan ini gua mau tunjukin pola-pola koruptif yang sering dilakukan oleh para ‘tikus’ korupsi dalam setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah. Well…ini bukan maksudnya ngajari yang ndak benar loo… Seperti kata Sun Tzu, kenalilah musuhmu. Kalo pengen perangi korupsi, ya ketahui dulu seperti apa bentuk-bentuk korupsi itu. Masak lo nanti tereak ‘Heh, kuyuk! Korupsi tuh…’ eh ternyata yang ditereaki kunyuk gak korupsi, cuma ngambil honor SK. Apa gak disampluk ama ulekan tuh pala lu… Read the rest of this entry »
Filed under: korupsi , administrasi, celah, korupsi, pelelangan, pengadaan barang dan jasa
PNS sering datang telat? Biasa. PNS pulang cepat? Apalagi. Kayaknya sudah dianggap wajar hal tersebut. Padahal tau gak, ternyata korupsi waktu itu, meski kayaknya ecek-ecek, ternyata sangat merugikan negara. MOSOK SEH??
Coba deh mari kita berhitung. PNS menurut aturan masuk jam 8 pagi pulang jam 4 sore (8 jam kerja sehari). Anggaplah ada yang ngorupsi waktu 1 jam dalam sehari, misalnya masuknya jam 9. Dan itu dilakukan setiap hari selama setahun. Jadi ada sekitar 365 jam yang terbuang. Oke, anggaplah dalam setahun PNS kerja cuma 242 hari karena dipotong hari libur dan hari besar, maka ada sekitar 242 jam kerja yang dikorupsi oleh seorang PNS dalam setahun. Anggaplah sebulan PNS digaji 1,5 juta, atau dengan sejam dibayar 8.600 rupiah (perhitungan 22 hari kerja sebulan dan 8 jam sehari). Maka dalam setahun negara dirugikan sebanyak Rp 2.081.200,-! Read the rest of this entry »
Filed under: korupsi , information, korupsi, ngaret, waktu
Pernah disuruh ikut bimbingan teknis (bimtek) pengadaan barang dan jasa? Kalo pernah, THANK GOD akhirnya gua kagak sendirian, hehehe…Gua pernah ikut bimtek ini kira-kira setahun yang lalu. Anehnya kok banyak PNS yang nolak-nolak buat ikut bimtek pengadaan barang/jasa. Kalo toh mereka terpaksa ikut, ujung-ujungnya gak pengen lulus atawa ujiannya dibuat ngawur. Aneh deh! Padahal kan tu bimtek biayanya mahal (meski dibayarin ama instansi masing-masing), lagian sekarang yang jadi panitia pengadaan harus punya sertifikat. Nah, bimtek ini diadain buat itu. Read the rest of this entry »
Filed under: korupsi , information, korupsi, pengadaan, pns
Kalo lo dah baca judul postingan gua, pasti tau maksudnya. Yoi…soal jaksa yang ketangkap tangan nerima sogokan US$ 600.000 ato sekitar 6 Miliar rupiah. Damn, that’s a lot of money, dude! Mungkin bagi yang super kaya, duit segitu kayak kentut aja. Btw, terlepas dari bener ato kagaknya si jaksa ini ngeles soal jualan batu permata, kali ini gua ngajak elo-elo semua buat membayangkan sesuatu.
Membayangkan sesuatu? Yup, coba deh kita bayangkan duit 6 Miliar ripis ini kalo dibelanjakan jadi apa aja. Mungkin bagi yang udah kaya raya dan berenang di kolam uang, duit segitu paling-paling buat jalan-jalan keliling dunia, ato nyumpelin mulut para birokrat korup. Kecil? Kecil banget… Apalagi dikaitkan dengan kasus BLBI yang sedang dikerjakan oleh tim jaksa BLBI yang salah satunya kedapetan ‘nyopet’ 6 Miliar itu. Bayangkan deh, yang dikorup ratusan triliun rupiah. Trus disogok pake duit 6 Miliar, alias tidak sampai 0,01 persen! Dan mereka itu tetap kaya, Bos. Gendheng! Read the rest of this entry »
Filed under: korupsi , 6 miliar, blbi, information, jaksa, korupsi
Februari 1, 2008 • 3:03 am
Ada beberapa sebab mengapa korupsi di Indonesia sangat sulit diberantas, atawa udah kayak kerak keramik. Selain karena korupsi telah menjadi budaya, korupsi juga terjadi karena adanya kerjasama yang asik banget dengan pihak lain yang ikut menikmatinya, atau bahasa populernya korupsi berjamaah. Dengan kata lain, pihak satu dengan lainnya akan berusaha sekuat tenaga menutupi perbuatan tersebut. Coba deh liat kasus korupsi dana BI, udah kayak gerbong kereta aja nantinya. Mulai dari pejabat BI hingga para anggota dewan yang terhormat pada kena semua. Mampus mampus lo… Read the rest of this entry »
Filed under: korupsi , bi, information, kekayaan, korupsi, kpk, opportunities, saksi
Komentar Terakhir