KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Akhir Tahun, It’s Party Time!

Mungkin judul di atas rada-rada ajep-ajep, tapi bagi yang sudah terbiasa dengan ‘geliat’ kinerja instansi pemerintah, pasti tahu apa yang saya maksud. Maksudnya, biasanya di setiap instansi pemerinta pada dua bulan terakhir sebelum akhir tahun anggaran, kantor seringkali ‘sepi’. Bukan karena mereka para PNS itu pada bolos gara-gara sering ajep-ajep hingga bangun kesiangan, tapi karena pada bulan-bulan itu mereka pada ‘berpesta pora’ untuk bersuka ria menghabiskan anggaran sebelum tutup buku.

Ini yang alami sekarang ini. Tiada topan dan badai, sekonyong-konyong saya mendapat panggilan dari unit kerja lain untuk mengikuti suatu acara di luar kota yang dibungkus dalam kemasan ‘Forum Komunikasi’. Awalnya saya rada males karena minggu-minggu ini saja saya sudah dikejar-kejar sama bos-bos saya untuk segera mengadakan acara diskusi ahli sebelum bulan desember. Namun, apa daya, nama saya sudah jelas-jelas tercetak di dalam susunan panitia yang akan berangkat ke Bandung. Baca entri selengkapnya »

Filed under: pns, , ,

Fax yang (kurang) Berguna

Salah satu perangkat kantor yang sampai sekarang masih dipakai adalah faksimili, atau kita sebut aja fax. Teknologi yang sebenarnya udah tergolong uzur ini sampai sekarang tetap aja dipakai. Udah ngirim fax pake bayar pula, hasilnya juga gak sekeren mesin fotokopian di kampus. Yang bikin males adalah teknologi ini bagi saya rada ribet, meski gak bisa dibilang sulit juga sih. Yang kasian lagi, kalau mau ngirim fax, trus yang nerima fax-nya keabisan tinta. Wah, ngulang lagi deh…buang-buang duit. Kalau di kantor (terutama kantor pemerintah) sih gak masalah, dana anggaran operasional lumayan gede.

Cuma ya saya pernah melontarkan usul usil kalau perangkat ini diganti aja. Toh data yang kita kirim bisa di-attach via e-mail. Ntar tinggal nge-print aja. Selain cepat, juga hasil tampilannya sama persis sis sama aslinya. Yah, seperti biasa, usulan seperti ini dianggap terlalu hebat dan high tech (ini minjem istilahnya Pak Habudi yang di News DotCom :D. Belum lagi untuk di daerah-daerah, koneksi internet terbilang santai. Infrastruktur belum stabil bener. Baca entri selengkapnya »

Filed under: pns, , , ,

Susahnya beli HaPe

Saya mungkin termasuk manusia yang memiliki barang pribadi yang cukup ‘awet’. Mulai dari celana panjang buat kerja yang telah ‘mengabdi’ lebih dari 7 tahun hingga salah satu barang paling sering ‘dipegang’ orang, hape. Selama hidup saya, baru dua kali saya mengganti hape. Yaitu ketika hape nokia ‘bata’ 2110 diganti ama siemens s25, dan siemens s25 diganti ama (lagi-lagi) siemens. S-nya tetap, yang beda angkanya, 55. Dan  hingga saat ini hape s55 yang kecil dan simpel ini masih ‘bekerja’ dengan baik.

Karena sudah mulai khawatir melihat kondisi hape ini (maksudnya, kondisi fisiknya), saya pun mulai berfikir untuk ‘pindah ke lain hati’. Inceran pertama adalah hape Motorola tipe V3. Dari dulu saya sudah kesengsem ama bentuk hapenya yang bohay. Alternatif kedua adalah Sony Ericsson yang harganya 900ribuan (saya lupa tipenya). Selain murah, modelnya boleh juga. Masalah fungsi, asal bisa buat telepon dan sms, wis cukuplah. Alternatif lain, saya berencana membeli hape CDMA yang konon kabarnya pulsanya bisa murah dan irit. Lumayan bisa calling calon bojo nun jauh di sana 😀 … Baca entri selengkapnya »

Filed under: gado-gado, , , , ,

Beasiswa

Pengen jadi PNS karena pengen sekolah lagi? Sebenarnya sebuah pemikiran yang masuk akal. Banyak sekali instansi-instansi pemerintah memberi kesempatan kepada pegawai negeri untuk melanjutkan pendidikan, baik S1, S2, hingga S3. Ya mirip kayak instansi saya ini. Malah ada 3 unit kerja yang mengadakan beasiswa bagi pegawainya. Menarik bukan?

Tapi apa yang nampak mudah ternyata tidak mudah seperti yang terlihat. Mungkin karena masih instansi yang terhitung baru, pelaksanaan beasiswa pun terkesan sangat berantakan. Yang paling menonjol adalah masalah pembiayaan. Beberapa teman saya terpaksa harus mbobok tabungan hanya untuk sekedar terdaftar dulu. Ada pula yang perguruan tingginya tidak menyetujui sistem pembayaran yang ditawarkan. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi bila dana pendidikan yang telah dianggarkan ternyata tidak kunjung cair, malah apabila instansi yang baru seumur jagung ini dibubarkan, apa tidak mencret-mencret tu yang ngambil beasiswa… Baca entri selengkapnya »

Filed under: gado-gado, , , ,

Rekrutmen PNS Baru: Perlukah?

Hari ini instansi dimana aku bernaung membuka lowongan untuk PNS baru. Yeah…akhirnya aku bakal jadi senior juga, hehehe…hahaha….(lo?). Jadi inget waktu masa-masa kuliah dulu. Jadi anak baru itu sebenarnya banyak gak enaknya. Ya dibilang masih bodohlah, dibilang masih bau kencurlah, gak ngerti apa-apa…Pas giliran punya ‘adek’ baru, huwah…langsung deh balas dendam, hihihi…

Eniwey, saya sampai sekarang masih tidak ngerti atas dasar apa sebuah instansi pemerintah mengajukan permintaan tambahan pegawai pada Menpan.  Apakah atas dasar kekurangan orang kah atau atas dasar yang lain? Di instansi tempat saya bekerja, jumlah PNS amat sangat mencukupi sebenarnya (hampir mencapai 2 ribu NIP, hihihi…). Dengan kata lain, kalau atas dasar kekurangan orang, opo iyo tho…Dengan jumlah sebanyak itu, seharusnya instansi saya tidak perlu merekrut orang lagi hingga dua tahun ke depan. Namun apabila berdasarkan kekurangan tenaga PNS yang qualified, nah lo…lagu lama lagi deh… Baca entri selengkapnya »

Filed under: pns, , , ,

Follow Twitter Gue DONK!