KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Rekrutmen PNS Baru: Perlukah?

Hari ini instansi dimana aku bernaung membuka lowongan untuk PNS baru. Yeah…akhirnya aku bakal jadi senior juga, hehehe…hahaha….(lo?). Jadi inget waktu masa-masa kuliah dulu. Jadi anak baru itu sebenarnya banyak gak enaknya. Ya dibilang masih bodohlah, dibilang masih bau kencurlah, gak ngerti apa-apa…Pas giliran punya ‘adek’ baru, huwah…langsung deh balas dendam, hihihi…

Eniwey, saya sampai sekarang masih tidak ngerti atas dasar apa sebuah instansi pemerintah mengajukan permintaan tambahan pegawai pada Menpan.  Apakah atas dasar kekurangan orang kah atau atas dasar yang lain? Di instansi tempat saya bekerja, jumlah PNS amat sangat mencukupi sebenarnya (hampir mencapai 2 ribu NIP, hihihi…). Dengan kata lain, kalau atas dasar kekurangan orang, opo iyo tho…Dengan jumlah sebanyak itu, seharusnya instansi saya tidak perlu merekrut orang lagi hingga dua tahun ke depan. Namun apabila berdasarkan kekurangan tenaga PNS yang qualified, nah lo…lagu lama lagi deh…

Dan emang jadi dilema. Mau di-upgrade yang pegawai lama, malah ujung-ujungnya buang-buang anggaran. Lagian semangat belajar mereka2 itu (terutama yang tuwir2) udah pada titik nadir. Males en lebih hobi nyari duit. Dan itu bisa ‘dimengerti’. Dengan gaji PNS yang tidak bisa mengikuti kenaikan inflasi, mereka tentunya jadi lebih mikir untuk bisa menambal biaya hidup sehari-hari keluarganya sendiri ketimbang mikirin meng-upgrade diri. Padahal kalau mereka mau, dengan meng-upgrade diri pun justru ikut mendongkrak penghasilan mereka sendiri, diluar gaji. Kualifikasi mereka akan naik dan akan banyak dipakai. Ujung-ujungnya mereka akan banyak diikutkan kegiatan-kegiatan yang honornya bisa menambah kepulan asap dapur. Dan lagi-lagi saya jadi agak ragu dengan logika tadi. Pinter bodoh penghasilan sama…suatu jargon yang selalu saya inget. Yang membedakan adalah elo bisa ‘menjilat’ lebih baik atau ‘mendekat’ lebih baik…

Kesimpulannya, ya susah sih kalau udah bicara soal rekrutmen PNS. Dulu rekrutmen PNS dijadikan alat untuk menekan angka pengangguran, tidak peduli kamu itu pinter atau bodoh. Sekarang, yang ada malah banyakan yang bodoh dan jumlahnya besar banget. Kalau toh harus merekrut yang pinter-pinter dan membiarkan yang bodoh-bodoh sebelumnya berkurang karena faktor ‘alam’, ya saya sih takutnya yang pinter-pinter itu jadi bertransformasi ke bentuk yang bodoh-bodoh, malah bisa lebih parah akibat faktor ‘lingkungan’ yang sudah tidak bisa bikin pinter.

Pusing deh mikirinnya…

Filed under: pns, , , ,

9 Responses

  1. v3a mengatakan:

    tergantung manusianya juga.. klo emang niatnya besar untuk buat perubahan.. perubahan ke arah lebih baik itu bisa terjadi..

    sayangnya juga, gara2 sikap sebagian pns2 yg malas dan bodoh.. pns yg sebenernya berprestasi baik dan punya kinerja baik juga jadi ikut ke-cap jelek..

    trus klo bicara soal upgrade pegawai lama.. sebenernya sih sah2 aja.. ya tapi emang kurang efektif juga.. bukan karena soal mental yg hanya mikirin kepulan dapur, tapi emang katanya klo tingkat penyerapan ilmu itu berbanding terbalik dengan usia.. semakin tua, semakin sulit buat nyerap pelajaran.. jadi klo dikasih ilmu banyak2, yg terserap juga cuma dikit.. percuma juga kan ngadain training mahal2 klo pada akhirnya resource nya juga ga efektif..

  2. devry mengatakan:

    Kembali ke individu masing-masing!😀

    Di satu sisi masih banyak PNS yang idealis dan bekerja dengan baik sesuai dengan tupoksinya. Tetapi di sisi lain ada juga PNS yang malas dan tidak bisa apa-apa ( entah karena perekrutannya berdasarkan KKN, tanya kenapa? ).

    Saya lebih suka dan setuju sistem kinerja dan penggajian berdasarkan skill ( SDM ) dengan sistem renumerasi ( plus reaward ), dimana PNS yang cakap dan skill baik mendapat gaji dan tunjangan yang bagus, dan kebalikannya PNS yang malas dan tidak bisa apa-apa mendapat gaji dan tunjangan apa adanya. Sehingga terjadi persaingan yang sehat bagi masing-masing PNS untuk meningkatkan kinerja dan skillnya, agar tidak tertinggal. Seperti sistem sertifikasi khusus bagi seluruh PNS di Indonesia😉

  3. […] “buat apa sih pemerintah harus merekrut pns baru lah wong pns lama aja ga ada kerjanya atau rekrutmen PNS baru: perlukah?“, aku pikir ga sepenuhnya bener juga. Karena bisa terjadi pada satu departemen, beberapa unit […]

  4. GWnya mengatakan:

    yup..gw setuju bgt ma comment-comment diatas,,,yg sering gw liat pns tuch sering males krn gk da yg membedakan antara pns yg punya skill ato prestasi yg bagus dg pns yg males-malesan…ayo berubah untuk indonesia jaya

  5. satria mengatakan:

    Mengenai penambahan CPNS itu menurut saya sudah mempertimbangkan kebutuhan dan proyeksi pegawe yang mau pensiun (spt yg ada dikantor gw), bukannya pensiun satu masuk cpns satu tapi kan butuh proses agar berkesinambungan.

  6. pnsgila mengatakan:

    klo tempat saya udah overweight, mas satria. udah jumlahnya besar, kurang skill, udah pd mau pensiun pula. modelnya udah kyk piramida terbalik lah. bisa dibayangkan gimana repotnya pas regenerasi…

  7. dian mengatakan:

    saya rasa setiap pengambilan kep u/ rekrutmen or not, jml pegawai pensiun tiap taon dan berapa keb u/ menggantikannya sdh di pertimbangkan. saat ini sy rasa pmh sdh bergulir u/memperbaiki SDM coz menurut sy banyak hal yg mempengaruhi kualitas SDM. gk hanya pada saat mereka masuk tapi jg budaya yang telah berkembang slama ini di dunia PNS. menjadi PR kita bersama untuk merubah budaya kerja dan menyaring SDM yang kualified.

  8. Lili mengatakan:

    Ini kayanya udah postingan lama ya.. tapi relevan sama masa sekarang (2008 – 2009). Klo kita lihat sepanjang 2008 kemaren banyak departemen yang merekrut PNS baru, secara nasional dan berskala besar.. Then again, the question, apakah memang benar2 dibutuhkan? Apalagi klo proses rekruitasinya tidak direncanakan dengan baik (baik dari segi kuantitas maupun kualitas yang direkrut, harusnya spesifikasi (kok kaya mesin.. ;p), misalnya latar belakang pendidikan) harus spesifik betul2, sehingga akhirnya yang direkrut memang sesuai kebutuhan. Plus proses seleksi, apa iya udah bener2 bagus sehingga yang lulus benar2 orang yang ‘berkualitas’..😉

  9. sonicers mengatakan:

    hebat ……
    ternyata ada juga PNS yang melek teknologi … nnnn pinter
    salut, emang PNS ga da SP, penilaian kinerja semesteran
    audit dan internal control, pressure kaya swasta
    hal2 itu yg bikin negara ni jadi ancur
    duit negara buat bayar PNS yg ga produktif n kreatif
    jadi males bayar pajak nih ….
    buat pa sebagian duitku tuk bayar gaji kalian para PNS yg tolol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: