KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Fax yang (kurang) Berguna

Salah satu perangkat kantor yang sampai sekarang masih dipakai adalah faksimili, atau kita sebut aja fax. Teknologi yang sebenarnya udah tergolong uzur ini sampai sekarang tetap aja dipakai. Udah ngirim fax pake bayar pula, hasilnya juga gak sekeren mesin fotokopian di kampus. Yang bikin males adalah teknologi ini bagi saya rada ribet, meski gak bisa dibilang sulit juga sih. Yang kasian lagi, kalau mau ngirim fax, trus yang nerima fax-nya keabisan tinta. Wah, ngulang lagi deh…buang-buang duit. Kalau di kantor (terutama kantor pemerintah) sih gak masalah, dana anggaran operasional lumayan gede.

Cuma ya saya pernah melontarkan usul usil kalau perangkat ini diganti aja. Toh data yang kita kirim bisa di-attach via e-mail. Ntar tinggal nge-print aja. Selain cepat, juga hasil tampilannya sama persis sis sama aslinya. Yah, seperti biasa, usulan seperti ini dianggap terlalu hebat dan high tech (ini minjem istilahnya Pak Habudi yang di News DotCom😀. Belum lagi untuk di daerah-daerah, koneksi internet terbilang santai. Infrastruktur belum stabil bener.

Dulu waktu sebelum ganti menteri, kirim-kiriman data dan dokumen via e-mail bukan hal yang baru bagi saya. Kalau si boss ngasih tugas, trus hasil kerja saya dikirim via e-mail. Kalau ada revisi, tinggal di reply aja. Gampang toh? Ketika saya akhirnya ter-degradasi ke lantai 4 (meski sampai saat ini masih bertahan di lantai 7), pola seperti ini tidak diterapkan lagi. Paling canggih, ya tuker-tukeran flashdisk. Ribet dan rawan tertular ‘penyakit menular’, hehehe…

Padahal seiring perkembangan teknologi informasi yang udah kayak kuda liar yang kabur gak mau diambil susunya, kuenceng banget. Seharusnya sebagai abdi masyarakat, PNS mau tidak mau harus terus meningkatkan pelayanannya. Nah, si tekno info ini kan bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja yang ujung-ujungnya akan meningkatkan pelayanan publik. Tapi, seperti kata orang, efektif dan efisien sama dengan ‘mengurangi peluang’ untuk mendapat pendapatan lebih. Dua kata itu sama saja dengan pengurangan orang, pengurangan anggaran belanja, dan yang paling penting adalah pengurangan kesempatan untuk ‘macem-macem’.

Yah…ujung-ujungnya saya harus kembali lagi ke laptop, eh, fax ding…

Filed under: pns, , , ,

One Response

  1. anno' mengatakan:

    mending anggaran gk jelas akhir tahun dimasukin kesini yach boss?….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: