KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Akhir Tahun, It’s Party Time!

Mungkin judul di atas rada-rada ajep-ajep, tapi bagi yang sudah terbiasa dengan ‘geliat’ kinerja instansi pemerintah, pasti tahu apa yang saya maksud. Maksudnya, biasanya di setiap instansi pemerinta pada dua bulan terakhir sebelum akhir tahun anggaran, kantor seringkali ‘sepi’. Bukan karena mereka para PNS itu pada bolos gara-gara sering ajep-ajep hingga bangun kesiangan, tapi karena pada bulan-bulan itu mereka pada ‘berpesta pora’ untuk bersuka ria menghabiskan anggaran sebelum tutup buku.

Ini yang alami sekarang ini. Tiada topan dan badai, sekonyong-konyong saya mendapat panggilan dari unit kerja lain untuk mengikuti suatu acara di luar kota yang dibungkus dalam kemasan ‘Forum Komunikasi’. Awalnya saya rada males karena minggu-minggu ini saja saya sudah dikejar-kejar sama bos-bos saya untuk segera mengadakan acara diskusi ahli sebelum bulan desember. Namun, apa daya, nama saya sudah jelas-jelas tercetak di dalam susunan panitia yang akan berangkat ke Bandung.

Mungkin di satu sisi saya cukup senang karena akhirnya bulan ini ada tambahan dikit untuk mengisi tabungan saya yang masih imut. Namun saya agak kesal juga karena acara tersebut terhitung dadakan dan awalnya saya tidak tahu saya bertugas sebagai apa. Kalau hanya berleha-leha duduk manis trus dapat honor, ya males banget. Mending saya ngerjain hal lain yang lebih berguna seperti ngisi blog ini, atau ngurusin bisnis Adsense saya yang belum besar. Tapi akhirnya dipastikan saya nantinya akan menjadi notulen. Yah…gakpapa deh, daripada makan honor butađŸ˜€..

Kondisi ini emang bukan fenomena baru, meskipun anggaran perjalanan udah dipotong hingga 70%. Namun selalu aja nemu celah untuk bisa mendapat ‘saweran’ yang lumayan, meski tidak sebesar sebelumnya. Yang pasti, kondisi seperti itu bukanlah hal yang sehat. Selain cenderung untuk mengada-adain acara hanya agar mendapat honor, namun juga praktek itu cenderung koruptif. Emang ada ketakutan bahwa praktek tersebut bakal tercium oleh BPKP atau KPK. Namun mereka akan lebih takut lagi kalau anggaran tahun depan tidak mengalami kenaikan gara-gara dianggap tidak mampu memaksimalkan penyerapan anggaran. Ujung-ujungnya, ya itu tadi… berusaha menghabiskan anggaran dan ‘siluman-siluman’ macam diskusi ahli, forum komunikasi, hingga penggelembungan anggaran rutin atau rumah tangga.

Bagi saya, sudah waktunya sistem anggaran negara kita mulai direformasi agar lebih fleksibel dan terkontrol, serta tidak mengacu pada tingkat serapan. Namun fokuskan pada bagaimana anggaran tersebut memberi nilai tambah bagi rakyat dan memiliki output dan outcome yang benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat.

Dan saya lagi-lagi ragu apa hal itu bisa diwujudkan…:(

Filed under: pns, , ,

2 Responses

  1. Adis mengatakan:

    Emang ada ketakutan bahwa praktek tersebut bakal tercium oleh BPKP atau KPK.

    Heh…ada yang nyebut BPKP…tempat kerja sayah ituh…hayo tak cium kamu…

  2. pnsgila mengatakan:

    Ups, ada auditor neh, kaburr…..hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: