KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Honor

Selain gaji, pemasukan resmi seorang PNS yang lain adalah dari honor-honor kegiatan. Jadi jangan dipikir kalo PNS cuma ngandelin gaji doang. Gile apa, mana bisa hidup?? Untuk itulah, honor itu ada (ato di ada-adain). Meski tidak pasti, honor bisa menjadi penyambung hidup dan kepulan asap dapur para PNS. Dan itu ada aturan yang emang udah diatur ama Departemen Keuangan yang kaya itu.

Begitu juga saya. Honor itu ibarat penambah darah. Kalo ga ada honor, bisa lesu ni awak. Bayangin aja, dengan gaji yang gak sampe 2 juta harus bisa bertahan hingga awal bulan. Jontor, jontor deh gue. Nah, berkat honor, paling tidak bisa bertahan menghadapi kebutuhan yang tiap hari udah kayak roket melesat. Kalo bulan ini gak ada kegiatan? Mencret deh gue…(padahal mencret kan butuh biaya). Tapi biasanya jarang banget dalam satu bulan saya gak dapat honor.

Tapi ternyata dapat honor itu ada seninya, bos. Bukan trus diem lalu sekonyong-konyong ada tangan Tuhan turun dari langit dan berkata, “Wahai PNS, ni Aku kasih duit honor. Pergunakanlah di jalan yang benar!” Kucing aja bisa klo gitu. Semua butuh ‘usaha’, Bro. Usaha? Yup, saya pake tanda kutip karena yang saya maksud adalah ada trik-trik yang harus dipahami. So, para PNSer, perhatikan tips berikut, semoga bisa digunakan untuk terus-terusan dapet honor, dan moga-moga halal (Amiin):

  1. Langkah pertama adalah kenali kegiatan-kegiatan di satker Anda berada. Ini penting karena dengan mengenal tiap kegiatan di satker kita, maka kita bisa tau kira-kira kegiatan mana yang bisa kita ikutin. Yang tak kalah penting adalah perhatikan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut. Dari mereka nanti kita bisa melakukan ‘approach’. Caranya, terserah Anda, mo pake cara ngerayu, ngebujuk, maksa, hingga ngancem. Saya gak mau ikut-ikut.
  2. Anda harus kenal para pejabat di lingkungan Anda. Tidak hanya sekedar kenal, tapi akrab, bahkan gauli mereka, hihihi…Intinya, Anda harus proaktif untuk kenal ama mereka dan harus menunjukkan kinerja yang baik bagi mereka. Kadang mereka akan memperhatikan kita kalo memiliki ‘sesuatu’, terutama untuk diri mereka. Menjilat? Saya tidak menyarankannya. Saya hanya menyarankan tunjukkan sesuatu yang bisa membuat para pejabat Anda berfikir untuk mau memakai Anda. Mungkin Anda seorang yang ‘good lick’, tapi kalo gak punya kemampuan dan prestasi, ya para pejabat itu bakal mikir juga. Kalo kerjaannya jadi gak beres, dia bakal kena semprot atasannya juga. See what I mean?
  3. Kenali tipe-tipe honor. Biasanya tipe-tipe honor tergantung dari SK yang menaunginya. Semakin tinggi SK yang ada (misal SK Menteri), maka honornya semakin gede. Selain itu, perhatikan pula posisi kita dalam SK tersebut. Biasanya tingkatan tertinggi ada pada penanggung jawab. Paling mungil adalah anggota. Tapi kalo SKnya Menteri, dan nama kita masuk jadi anggota, biasanya honornya lumayan. Dan yang tak kalah penting adalah perhatikan jangka waktu SKnya. Kalo hanya satu kali kegiatan aja, maka ya dapetnya cuma sekali. Mo diapa-apain ya tetap dapet sekali. Beda kalo ada periode waktu. Misal dari Januari hingga Desember, Insya Allah Anda bakal dapat honor tiap bulan. Kalo SKnya ditandatangani bulan Mei, maka Anda bakal dapat rapelan 4 bulan. Enak kan?

Itulah tips yang bisa saya berikan. Dengan kata lain, Anda mau kerja keras, maka Anda dapat honor. Dan itu semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Ok deh, selamat mengejar honor yee…!

Filed under: pns, , , ,

11 Responses

  1. adara mengatakan:

    weeks..
    jadi musti ada aproch aproch an ya?
    wah..

    thanks atas infonya.
    at least, sebelum jadi pe en es, utang2 kartu kredit gw musti lunas dulu…
    karena ada kemungkinan taun2 pertama gw miskin honor…

  2. Sukamu Kolopot mengatakan:

    Akh…lu cuman ngejar honor. Yang kreatif lah, buka usaha di rumah dengan istri, atau cari duit di luar duit negara (nulis, ngajar dll). Honor tuh dikit, yang mau banyak. Sikut2an deh lu…

  3. pnsgila mengatakan:

    Emang! Gila apa cuma ngejar honor…Penghasilan yang lain? Ya dong, sabtu minggu kan bisa jadi hari2 penambah penghasilan…

  4. mashanafie mengatakan:

    ohh jadi mas ini staf kementrian yahh [sok tahu dikit boleh ya… betulin kalo salah], ya pantes honornya gede mas… hehehe, pernah bayangin gak mas kalo kebetulan kita di tempatkan di daerah padahal kita bukan lulusan stpdn or stan or dll lah kegiatan apa yang ada di sana yang bisa kita incer honornya… paling menerima kunjungan bupati. menteri? juaranggg … politisi malah sesekali datang kampanye hehehe [saya pernah 5 th di daerah spt itu mas]

  5. pnsgila mengatakan:

    mashanafie, klo di daerah itu tergantung anggaran dan lingkup kerjanya. Jadi saya rasa emang sulit bila dapet penempatan daerah (kecuali klo dpt instansi yang menghasilkan PNBP)

  6. silvi mengatakan:

    waduh, ternyata pns kantoran itu juga butuh honor juga ya? aku kira honor itu cuman istilah utk guru yg belum pns, hehehehe…

  7. pnsgila mengatakan:

    ndak kok, mbak. Honor itu dimana2 sama. Yang beda cm ‘besaran’nya aja, hehehe…

  8. Sandhy mengatakan:

    Wah… dah berapa tahun sih jadi PNS??
    Predikat: Berpengalaman… hehehe

    => saya masih baru kok jd pns-nya, mbak. Tp berhubung ini dept baru, ya smua sama2 baru juga siy..

  9. ramDani mengatakan:

    Ada yang punya tips cari penghasilan jenis apa yang bisa dilkauin cuma di hari sabtu minggu bagi yang penempatan di daerah?

  10. pnskroco mengatakan:

    Hi Mas Uyung, salam dari kantor seberang…

    Saya masih kroco nih. Jadi mau nanya lebih lanjut soal >Dan itu ada aturan yang emang udah diatur ama Departemen Keuangan yang kaya itu.> Aturan tepatnya mana ya?

    >Dan itu semuanya bisa dipertanggungjawabkan. >Dari mana kita tahu kalo bisa dipertanggungjawabkan, dan bentuk pertanggungjawabannya gimana?

    Ini nanya serius lho. Makasih sebelumnya =) Blognya sangat informatif.

  11. pnsgila mengatakan:

    @pnskroco,
    Coba aja sampeyan cek peraturan menkeu soal honor, ini benenarn ada.
    Yg pasti, selama tercantum dalam aturan dan bisa dipertanggungjawabkan (biasanya ada tata cara pertanggungjawaban yg udah diatur jelas dalam aturan permenkeu), maka hal itu sah-sah aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: