KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Menggauli Korupsi Bagian Pertama

Mohon maaf sedikit serius kali ini. Gua lagi pengen ngomongin soal korupsi, bos. Gapapa kan? Ini tulisan tidak sedang ingin ngajarin yang baca tentang tehnik-tehnik berkorupsi. Saya juga juga tidak ingin menggurui sampeyan-sampeyan tentang soal hukum yang njelimet. Tapi saya hanya ingin teman-teman yang baca posting ini paham tentang korupsi. Selama ini kita sering banget tereak ampe mencret soal pemberantasan korupsi. Dikit-dikit kok korupsi, dikit-dikit kok korupsi, korupsi kok cuma dikit…Gitu kira-kira yang berkembang di publik.

Padahal kalo ditanya apa itu korupsi, langsung deh pada pecas ndahe kagak ngerti. Geblek lu, cuma bisa tereak berantas korupsi, tapi gak tau seperti apa makhluk yang namanya korupsi. Ini coba saya nukilkan dari bukunya KPK yang berjudul Memahami untuk Membasmi: Buku Saku untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi. Semoga bisa memberi pencerahan (halah!) bagi kita untuk memahami dan (harus bisa) menghindari daripada apa yang disebut sebagai korupsi.

Sebenarnya definisi korupsi telah jelas dan gamblang tertulis dalam 13 pasal dalam UU no. 31 Tahun 2001 jo. UU no. 20 Tahun 2001. Berdasarkan 13 pasal tersebut, terdapat 30 rumusan tentang tindak pidana korupsi. Dari 30 rumusan tersebut, dikelompokkan menjadi menjadi 7 kelompok, yaitu Kerugian Keuangan Negara, Suap Menyuap, Pemerasan, Penggelapan dalam Jabatan, Perbuatan Curang, Benturan Kepentingan dalam Pengadaan, serta Gratifikasi (nanti gua jelasin yang lainnya di posting berikutnya, kalo gak males sih, heheh…). Kali ini gua pengen jelasin soal kerugian keuangan negara, suap menyuap, dan pemerasan.

Kerugian Keuangan Negara

Jenis tindak pidana korupsi ini bisa kita lihat pada pasal 2 dan pasal 3 UU no. 20 Tahun 2001. Ada dua rumusan dalam kelompok tindak pidana ini:

  1. Melawan hukum untuk memperkaya diri dan dapat merugikan keuangan negara adalah korupsi. Rumusan ini paling banyak dipakai oleh KPK dalam menjerat para koruptor. Kalo misalnya elo tiba-tiba jadi kaya dengan cara merugikan negara, nah itu namanya korupsi. Itu katanya UU lo…
  2. Menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara adalah korupsi. Salah satu rumusan favorit yang sering digunakan untuk menjerat para koruptor, terutama para pejabat. Intinya, elo punya jabatan tapi dimanfaatin untuk memperkaya diri sendiri trus negara jadi rugi gara-gara perbuatan bangsat itu. Misalnya elo jadi kepala bulog, nah dengan jabatan itu elo coba memanfaatkannya untuk memperkaya diri dan kerabat, contoh memaksa bulog untuk memilih rekanan yang udah ditentukan oleh kepala bulog. Ya, kira-kira gitu deh…(*sambil mikir, bener gak ya logikanya)

Suap Menyuap

Jenis tindak pidana korupsi ini jelas termuat pada pasal 5 ayat (1) huruf a dan b, pasal 13, pasal 12 huruf a dan b, pasal 11, pasal 6 ayat (1) a dan b, pasal 6 ayat (2), dan pasal 12 huruf c dan d UU no. 20 Tahun 2001. Ada sekitar 8 rumusan dalam kelompok suap menyuap:

  1. Menyuap pegawai negeri adalah korupsi. Definisinya adalah setiap orang yang memberi sesuatu atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara agar supaya berbuat dan tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajibannya. Selain itu menyuap pegawai negeri bisa dikatakan memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. Ini kayaknya sudah pada tau kan, banyak kok contohnya (alias males ngasih contoh, hehehe…)
  2. Memberi hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya adalah korupsi. Definisinya adalah setiap orang yang memberi sesuatu atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan mengingat kekuasaan atau kewenangan yang melekat pada jabatan atau kedudukannya, atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap, melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. Makanya itu, KPK melarang para pejabat menerima parsel di hari raya, meski masih kontroversi sih…
  3. Pegawai negeri yang menerima suap adalah korupsi. Jadi menyuap maupun yang disuap adalah dikategorikan sebagai korupsi. Titik.
  4. Pegawai negeri yang menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatannya adalah korupsi. Jadi hampir mirip dengan rumusan di atas, hanya bedanya adalah pada kategori menerima hadiah, bukan memberi hadiah.
  5. Menyuap hakim adalah korupsi. Hampir mirip dengan rumusan di atas, namun dalam konteks bahwa menyuap hakim untuk mempengaruhi putusan perkara. Nah lo, ini yang bikin hukum di negara kita jadi kayak barang dagangan…
  6. Menyuap advokat adalah korupsi. Hampir sama dengan menyuap hakim namun dalam konteks untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili.
  7. Hakim yang menerima suap adalah korupsi. Intinya adalah yang menyuap dan yang disuap adalah korupsi.
  8. Advokat yang menerima suap adalah korupsi.

Pemerasan

Jenis tindak pidana korupsi ini jelas termuat pada pasal 12 huruf e, g, dan f UU no. 20 Tahun 2001. Ada sekitar rumusan dalam kelompok pemerasan:

  1. Pegawai negeri memeras adalah korupsi. Definisinya adalah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yang secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya. Selain itu bisa dikatakan bahwa pegawai negeri atau penyelenggara negara yang pada waktu menjalankan tugas, meminta atau menerima pekerjaan atau penyerahan barang, seolah-olah merupakan utang kepada dirinya, padahal diketahui bahwa hal tersebut bukan merupakan hutang. Kayak preman aja ya…
  2. Pegawai negeri memeras pegawai negeri yang lain adalah korupsi. Definisinya adalah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang pada waktu menjalankan tugas, meminta, menerima atau memotong pembayaran kepada pegawai negeri yang lain atau kepada kas umum, seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum tersebut mempunyai utang kepadanya, padahal diketahui bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. Dua rumusan ini seringkali terjadi di sebagian lingkungan instansi pemerintah. Bagi mereka yang bekerja di instansi pemerintah pasti paham. Maka, perlu diwaspadai bahwa praktek-praktek pemotongan yang terjadi di instansi pemerintah bisa dijadikan temuan oleh KPK dan dianggap sebagai jenis tindak pidana korupsi. Bagi PNS, pasti taulah hal-hal semacam itu. Kadang sulit menghapus kebiasaan itu karena udah kayak panu yang gak hilang-hilang…

(Bersambung)

Filed under: korupsi, , , , , , , , ,

6 Responses

  1. starboard™ mengatakan:

    Nungguin sambungan nya😀

  2. atmo4th mengatakan:

    kata pak pembicara kpk yang pernah datang ke kampusku, setiap pegawai pasti melakukan korupsi [waktu, performa, dll.]..

    selain itu, korupsi mudah untuk diketahui, tapi yang sulit itu mencari bukti,,

    bisa gila,,

  3. papabonbon mengatakan:

    welah, bertabrakan dgn keputusan bahtsul masail NU tuh, soalnya memberi pelicin tuh tidak dikategorikan perbuatan terlarang … :p

  4. pnsgila mengatakan:

    @atmo4th,
    klo uu yang saya jabarin ini lebih masalah korupsi duit, bukan waktu, performa, dan semeleketenya. Kalo waktu dan performa ikut dimasukin juga, jd susah dong ngusutnya. Mosok ntar keputusan hakimnya jadi gini, ‘terdakwa juga harus mengembalikan waktu dan performanya kepada negara’. Gendheng…

    @papabonbon,
    srius pak?? wah enakan presidennya gus dur dong, bisa nerima uang pelicin, hehehe…

  5. […] Jadi ingat postingan PNS Gila tentang korupsi […]

  6. yordan mengatakan:

    ikut menyimak dulu
    tau dari bang @brurmabruri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: