KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Satpol PP Nan Beringas

Dulu kalo gak salah gua pernah membaca tentang penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi agresi yang ‘nyentrik’, Prof. Zimbardo. Kejadiannya terjadi pada tahun 1971 di mana Zimbardo mencoba menciptakan sebuah simulasi penjara di ruang bawah tanah fakultas psikologi di Stanford University. Pokoke bener-bener mirip penjara beneran deh.

Tanpa melihat dan memilih sebuah kriteria tertentu, si Oom Zimbardo ini mengambil acak 12 siswa yang “bertugas” sebagai penjaga penjara dan 12 siswa lagi sebagai “tahanan”. Semua dari ke 24 siswa ini dari latar belakang sosial ekonomi yang sama, dibesarkan dalam keluarga yang ketat dan memiliki nilai-nilai moral kemanusiaan yang baik.

Selama 2 minggu para “penjaga” ini akan diberi otoritas kekuasaan penuh terhadap para “tawanan “. Lalu apa yang terjadi kemudian sungguh bikin kita menganga (maksudnya mulutnya gitu). Setelah berlangsung selama satu minggu eksperimen ini terpaksa dihentikan. Para “penjaga” ini , setelah beberapa hari mulai menunjukan tingkah laku yang makin lama makin sadis dan abnormal dan melakukan kebiadaban-kebiadaban yang sebelumnya tidak terbayangkan sama sekali. Dan parahnya lagi, sampai hari ini, 30 tahun lebih setelah kejadian itu, kedua kelompok ini masih membutuhkan bantuan psikologis.

Penelitian ini lalu mengingatkan gua soal berbagai kejadian yang sering sekali mewarnai pemberitaan di media. Ketika sekelompok Satpol PP yang bersenjatakan pentungan dengan beringasnya mementungi para PK5 yang hanya bisa menangis dan melawan sebisanya. Tangisan dan rengekan belas kasihan seakan telah menebalkan hati para pementung berseragam tersebut.

Belum lagi kejadian beberapa waktu yang lalu, soal eksekusi lahan yang dipersengketakan. Seorang polisi yang bertugas gugur oleh tikaman pihak yang kalah sengketa. Marah pun akhirnya meledak, suara dar-der-dor menyalak dengan ganasnya. Semua pihak terluka, bahkan berduka.

Gua akhirnya mengambil kesimpulan yang cukup ekstrim. Gua merasa bahwa untuk menciptakan manusia monster yang sangat ganas dan tanpa hati, sebenarnya cukup gampang. Pertama, berilah dia seragam yang menunjukkan kebanggaan dan otoritas yang ‘merinding bulu roma’. Kedua, berilah dia perintah resmi untuk melakukan ‘segala sesuatu yang dianggap perlu’, kalau perlu gunakan kekerasan. Ketiga, tempatkan dia pada situasi yang membuatnya terkondisikan dengan hal-hal yang membuatnya agresif. Keempat, bilang kepada dia bahwa hal-hal yang dia lakukan dan diperintahkan adalah prosedur tetap yang emang sudah dari sananya seperti itu. Walhasil, saya jamin deh, orang sebaik apapun, bahkan malaikat sekalipun akan berubah menjadi monster yang sangat mengerikan.

Semoga kesimpulan ngawur di atas salah. Tapi, cobalah Anda tanya kepada para pementung PK5 itu, mengapa mereka melakukan hal tersebut. Jawabannya pasti ‘Ini perintah dari atasan’. Coba Anda tanya kepada para polisi yang terlibat dalam eksekusi tanah sengketa, jawabannya adalah ‘Ini sudah prosedurnya seperti itu’ atau ‘ini sudah tugas kami.’ Hati nurani mereka sepertinya udah ditukar ama istilah prosedur, perintah, dan apapun itu.

Salahkah mereka? Tidak. Mereka hanyalah korban. Korban dari konstruksi sosial dan sistem yang mengendalikan mereka. Percayalah bahwa ketika para pementung itu pulang ke rumah, hatinya akan menangis menyesali segala tindakan mereka. Bisa jadi yang mereka pentungi itu adalah tetangganya, langganan tempat mereka mangkal dan cangkrukan, atau bahkan saudara atau temannya. Mereka hanya tidak punya pilihan lain, selain menuruti perintah.

Benar-benar bikin miris hati.

Filed under: rakyat, , , ,

7 Responses

  1. stey mengatakan:

    biasanya seseorang dengan kekuatan bessr, lebih punya ketegaan untuk menindas sesamanya. JAdi modal pentungan dan beking yang kuat bisa dijadikan kekuatan besar itu..it’s in the blood bro..hehe..

  2. Nisaika mengatakan:

    hmm…kalo 007 yg punya licence to kill itu gimana yakkk? =P

  3. pnsgila mengatakan:

    darling…dadar guling…kmu jangan kebanyakan nonton pelem duong…

  4. aldojane mengatakan:

    bener bos!
    emang entah disengaja or ga yg pasti ada kontruksi sosial dan sistem yang ‘kurang pas’.

    hati nurani jadi no-2 kalo dah berhadapan dengan perintah atasan.
    kenapa bisa begitu?
    karena urusan perut bos!!
    lihat aja PNS-PNS termasuk gw hehe..
    SPJ lancar perut anak isteri kenyang..SPJ macet, anak isteri laper…itu reality

    jadi ya kontruksi dan sistem sosial yg gak pas itu penyebab PNS mentungin PK5.
    mereka juga punya anak isteri yg nunggu di rumah.

    apa kita2 ini yg masih belum terlalu dalam keracunan kontruksi sistem dan sosial yg salah itu mulai bergerak ??
    kita galang persatuan, satukan persepsi.
    Indonesia kaya..tapi rakyat bener2 susah bos!
    di desa2 juga parah seperti kondisi rakyat marginal di perkotaan.

    kalo gw sih setuju aja kita hapus tuh generasi2 yg udah keracunan kontruksi sistem sosial yg salah.
    gimana bos?
    setuju?

    dulu kalo ga salah Gus Dur menawarkan ‘metode pembuktian terbalik’ untuk mbersihin goverment. Gw setuju banget dg cara itu.
    Paling gak cuma generasi kita aja yg dikorbankan, tapi harapannya anak cucu kita bisa hidup lebih wajar dan nyaman.

    Gimana bos?
    galang yuu persatuan sesama birokrat muda
    gw pengen PNS bisa satu persepsi
    gw yakin clean goverment bisa jadi batu loncatan buat benahin kontruksi sosial dan sistem yang salah..

    apa kita bulatkan tekad untuk ‘maling sebanyak2nya?’ hahaha

  5. Golongan IV/b mengatakan:

    Masukin AKABRI saja tuh bos…!!!

  6. satria mengatakan:

    sore itu seorang anak bergembira dengan kepulangan bapak dari kantor, “horee papa udah pulang.. pah, papa capek ya?” tanya anaknya, jawab papanya dengan sedikit letih “iya nak papa capek ni”, anaknya balas menyahut “emang papa dikantor ngapain aja pa?” dalam hati kecil papanya menjawab “PAPA SANGAT CAPEK NAK, KARENA DIKANTOR PAPA SIBUK CHATTING DAN NGE BLOG MELULU”😀 piis meen!!!!

  7. satria mengatakan:

    SATPOL PP sibuk nggebuki orang… PNS sibuk Chatting…. ada yang salah dengan negeri ini???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: