KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Pagi Buta dan Korban Tabrak Lari

Tanggal 25 Februari 2006, seperti biasanya, gua jam 4 pagi sudah bangun en masih setengah teler karna mengantuk, trus siap-siap untuk berangkat kerja jam 5. Terus terang saja, tidur kurang dari 5 jam serasa mata masih ‘1 watt’, tapi ya mau gimana lagi, kerjaan jauh di ujung dunia, gua pun harus berkejaran dengan jadual kereta dan jam kantor. Selain itu, jam-jam segitu paling susah bokernya, yang biasanya mandi cuma 5 menit tapi bokernya bisa satu jam sendiri. Kalo gak boker, bisa-bisa di kereta gua malah panik nahan si ‘kuning’ mo muncrat. Hehehe..

Jam lima gua sudah on the way di atas jok motor. Sebulan terakhir ini yang namanya hujan di waktu subuh adalah hal yang biasa. Sama halnya dengan hari itu, hujan rintik-rintik mulai turun. Feeling so blue banget. Gua sudah prepare dari rumah langsung menggunakan jas hujan yang biru, sesuai dengan suasana hati (halah!). Meski masih subuh, jalanan di Bogor ternyata sudah cukup banyak kendaraan lalu lalang. Kira-kira ketika hendak sampai di daerah pasar Gunung Batu, dari kejauhan (kira-kira 1 kilometer), gua melihat seorang pengendara motor tergeletak di tengah jalan. Awalnya gua kira ada manusia gendheng mo nyoba ilmu debus, tapi kok ya setelah diamati ternyata telah terjadi kecelakaan. Namun kok gua melihat tidak ada satupun orang yang mau menolong pengendara yang naas itu. Malah karena posisinya yang melintang itu, justru menghalangi jalan. Motor atau mobil yang melintas malah cenderung menghindar memutari sang korban.

Gua pun gak tega melihat korban tabrak lari itu. Ketika sudah mendekat, gua mencoba menggotong korban ke samping jalanan agar tidak menghalangi jalan. Sempat ada klakson yang ‘tidak manusiawi’ menyalak, dan tentu saja saya balas dengan pandangan mata melotot. Udah gak nolong, klakson lagi, SETAN! gitu kira-kira yang ada di benak gua saat itu.Setelah membawa sang korban dan motornya ke pinggir jalan, gua buka helmnya agar dia bisa mendapat udara segar. Untung helmnya helm balap, jadi cederanya tidak parah. Kalo pake ember pasti tu kepalanya pecah, YA IYALAH…

Yang pasti sang korban ini sempat sesak dada, mungkin gara-gara badannya jatuh membentur aspal. Setelah beberapa saat, akhirnya si korban sudah mulai bisa duduk. Agak miris juga melihat keadaannya, tapi setelah diperhatikan sepertinya si korban yang ternyata seorang pemuda ini hanya mengalami luka lecet. Ngeri juga sebenarnya kalau si korban mengalami patah tulang, di mana hari masih belum menampakkan mentari (sori, ini bukan iklan operator seluler). Selain masih sepi, jarak dari tempat kejadian ke rumah sakit terdekat terhitung cukup jauh. Lagipula sungguh sulit membawa korban dengan menggunakan sepeda motor. Sebenarnya di deket situ ada gerobak, tapi ya gak panteslah…

Trus terang gua sempat gembira ternyata di deket situ ada klinik dokter, tapi pas gua liat dengan seksama, yah…Klinik Bersalin, hehe… Setelah memastikan si korban tidak apa-apa (saya masih kuatir sebenarnya karena takut adanya luka dalam yang tidak nampak), akhirnya si korban berusaha memaksakan diri. Gua sok-sok sempat menawarkan diri untuk mengantar dia ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut, namun si korban (yang saya tidak tahu namanya) meyakinkan gua bahwa dia sudah tidak apa-apa. Kebetulan motornya tidak mengalami kerusakan, hanya lecet di body motor. Dengan perasaan miris, akhirnya gua gak bisa mencegah si korban. Minimal gua coba berdoa dalam hati semoga dia bisa sampai dengan selamat. Buntut dari kejadian itu, jadual kereta ekonomi AC jam 5.44 tidak bisa gua kejar dan terpaksa naik kereta Pakuan jam 5.57.

Di dalam kereta, gua tidak habis pikir mengapa masih ada sebagian dari masyarakat yang tidak peduli, bahkan sekedar untuk menolong seseorang yang terlentang di tengah jalan saja tidak ada yang tergerak hatinya. Apakah karena memburu waktu kerja, hati kita menjadi batu? Tidakkah mereka itu berpikir bila suatu hari bapaknya, ibunya, anaknya, saudaranya, istrinya, atau suaminya mengalami hal yang sama dan tidak ada satupun orang yang mau menolongnya dan dibiarkan tergeletak di tengah jalan?

Selain itu ada satu pertanyaan lain yang masih belum bisa gua jawab: NAMA SI KORBAN SIAPA YA??

Filed under: perjalanan, , , , ,

18 Responses

  1. satria mengatakan:

    wah hebat lu coy….. orang yang baik adalah orang yang berbuat “kebaikan” seketika, nggak perlu rencana, planning ato bertele2…

  2. pnsgila mengatakan:

    smua pasti bisa melakukan hal itu, bos. bukan sesuatu yang istimewa. tp kok ya masih ada orang yang tega ninggalin korban di tengah jalan ya…itu yang membuat saya sedih sebenarnya.

  3. deyana mengatakan:

    hebat lu..ternyata masih punya perasaan…ga gila benaran…hehehe

  4. pnsgila mengatakan:

    waduh, masih mending dibilang gila drpd dibilang gak punya perasaan…:D

  5. Ecko mengatakan:

    Wah, gak nyangka ternyata saya sudah di-link sama Kang Yus. Hatur nuhun pisan, Kang. Tapi alamatnya sekarang sudah saya ganti menjadi http://www.ekonurhuda.com biar bisa dapet dolar lebih banyak. Hehehe…

  6. pnsgila mengatakan:

    Hehehe…tul, mas eko. blognya salah satu yg sering saya kunjungi. Ok deh, ntar saya ganti ganti linknya.

  7. ika mengatakan:

    wah bangunnya pagi sekali pak,hebat,saya jam segitu masih mimpi…

  8. Brigjen TNI Hasudungan mengatakan:

    Salut saya dengan jiwa perwira pemuda PNSgila ini. Good job!!! Two thumbs up

  9. paramarta mengatakan:

    yang penting udah nolong dulu pak..

  10. dobelden mengatakan:

    wah emang sudah jarang orang seperti anda😀

    syalutttt

  11. juliach mengatakan:

    Bagaimana mereka hanya ngindari si korban. Lha wong SIM aja pada nembak sehari jadi. Etika berlalulintas tidak ada.

  12. erwin mengatakan:

    gue salut ama elo mas. dijaman gini masih ada yang peduli ama sesama.
    kalau dipikir, kenapa sich orang pada ngebut, saling mendahului dan ga mau kalah kalau dah di jalan. mungkin salah satunya menganggap orang lain bukan rekan seperjalanan tapi musuh yang kudu di lawan, didahului dan digertak.
    sekali lagi two thumb 4 you

  13. pnsgila mengatakan:

    buat semua yg udah ngasih komen, thx ya. posting ini cuma sebagai pelajaran aja bagi kita agar mau menolong sesama, meski dalam kondisi apapun. Lagipl saya seh gak sebaik itu kale, mungkin pas lagi kumat aja warasnya, hehehe…

  14. pandaremania mengatakan:

    Wah…dasar kota besar…rasa kepedulian udah gak ada lagi…heran dehh…salut deh buat ente boss…
    kalo di kota kecil tempatku kerja nih ada kejadian kayak gitu pasti yg ngerubutin dah banyak…

    btw, susah juga ya kalo tiap hari harus berangkat pagi2 buat ke kantor…hehe…jam segitu aku masih bobok mesra, untungnya aku kerja di kota keciiiillll sihh….jadinya berangkat kantor gak perlu pagi2 bgt…

  15. deddy mengatakan:

    salut deh ternyata yang gila aja masih peduli, napa orang yang normal ga mau bantuin ya. bingungggggggg
    pertanyaannya yang gila sopo iki?
    yang ga punya hati nurani kok org gila…..emang dunia sekarang udah gilaaaaa

    maaf numpang lewat

  16. pnsgila mengatakan:

    @pandaremania,
    kyknya emang semakin besar kota semakin teralienasi penduduknya..

    @deddy,
    dunia sudah gila? kyknya gw bakal banyak kawan deh, hehehe…

  17. toeti mengatakan:

    sekarang emang jaman yang sulit untuk mendapatkan kepedulian, lebih2 lagi kepedulian penguasa kepada rakyatnya.. hak hakssss

  18. oon mengatakan:

    hah? jam emprat pagi sudah bangun? ckcckckck…macem simbok² dipasar klewer aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: