KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Korupsi Waktu: Sepele Tapi Fatal!

PNS sering datang telat? Biasa. PNS pulang cepat? Apalagi. Kayaknya sudah dianggap wajar hal tersebut. Padahal tau gak, ternyata korupsi waktu itu, meski kayaknya ecek-ecek, ternyata sangat merugikan negara. MOSOK SEH??

Coba deh mari kita berhitung. PNS menurut aturan masuk jam 8 pagi pulang jam 4 sore (8 jam kerja sehari). Anggaplah ada yang ngorupsi waktu 1 jam dalam sehari, misalnya masuknya jam 9. Dan itu dilakukan setiap hari selama setahun. Jadi ada sekitar 365 jam yang terbuang. Oke, anggaplah dalam setahun PNS kerja cuma 242 hari karena dipotong hari libur dan hari besar, maka ada sekitar 242 jam kerja yang dikorupsi oleh seorang PNS dalam setahun. Anggaplah sebulan PNS digaji 1,5 juta, atau dengan sejam dibayar 8.600 rupiah (perhitungan 22 hari kerja sebulan dan 8 jam sehari). Maka dalam setahun negara dirugikan sebanyak Rp 2.081.200,-!

Itu baru satu orang PNS yang ngaret. Coba misalnya yang ngaret macam itu ada satu juta, maka sudah dipastikan negara dirugikan secara efisiensi sebanyak lebih dari 2 triliun rupiah selama setahun!! Suatu jumlah yang sangat besar, bukan? Jadi, jangan pernah menyepelekan apa yang namanya korupsi waktu ato ngaret.

Kayaknya seh yang model seperti itu juga lazim di swasta-swasta deh, mungkin karena PNS en digaji dari duit rakyat, ya mbok sadar diri dikitlah (‘sambil memukul-mukul pala sendiri’)…

Filed under: korupsi, , , ,

17 Responses

  1. pnskoclok mengatakan:

    hehe.. jadi ndak enak ini, saya juga oknum PNS “TELADAN” (TELAT lan EDAN)..

    berangkat kerja jam setengah lapan, nganter istri dulu sampe kantor jam lapan lebih seperempat tapi gw tidak termasuk terlambat kerja lohhh.. (ditempat gw jam 8.30 absen masih “HIJAU” secara pake sidik jari lagi hiks2..).

    Tapi kerana awak datang telat satu jam dari jadual (07.30) akhirnya hati nurani awak berbilang awak pulang musti pulang terlambat, biasanya gw pulang jam 6.00 sore (lho malah jam kerja awak lebih dari 8 jam coy.. tapi g ada uang lemburan).

  2. stey mengatakan:

    saya korupsi benwit dan waktu..:))

  3. jutix mengatakan:

    hahaha….korupsi waktu dibahas juga…bukannya yang betul itu jam kerja PNS adalah 5 jam per hari? sisanya kan bukan kerja, tapi pengabdian….hehehehe….
    Jam 8 dateng, ngobrol di parkiran 15 menit, masuk, sambil naruh tas dan jaket, ngobrol sama yang lain, mbahas topik liputan 6.
    Trus, baca koran, ngopi, sarapan, sampe jam 10.
    Jam 10 – 11.45 –> kerja
    11.45 : siap-siap istirahat
    12.00 : istirahat sampe jam 13.00
    jam 13.00 – 15.00 —> Kerja
    jam 15.00 : Sholat Ashar
    jam 15.15 : nyetel tipi, ngobrol ringan, sampe pulang……

    (ini adalah contoh PNS di daerah terpencil yang jauh dari pengawasan publik, red)

  4. Emanuel Setio Dewo mengatakan:

    Sayang korupsi waktu bukan tindak pidana. Kalau iya, bakal penuh tuh penjara. Hehehe…

  5. Ecko mengatakan:

    Ah, PNS kan memang stereotipnya kaya gitu. Kerja males-malesan tapi berharap gaji selalu lancar. Saya bener-bener angkat topi kalau ada PNS yg berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

  6. fisha17 mengatakan:

    Wah kalo aqu korupsi apa ya? Masuk pulang bebas gak ada ceklock.😆 kalo pns mungkin dah adat dan budaya yang mesti dilestarikan.

  7. ney mengatakan:

    waa… kalo gt gw parah duooong. dateng telat, trus siang pake acara pulang dulu… secara gw punya baby gt luohh… dimaklumi gak ya?!

  8. antz mengatakan:

    mas PNS bisa menjadi jagoan dan berdedikasi tinggi kayak di pilem-pilem superhero kalo penanganannya benar.
    sy buat beberapa celoteh iseng tentang PNS

    http://sittanto.blogspot.com/2006/09/reformasi-birokrasi.html
    http://sittanto.blogspot.com/2007/11/terobosan-gaji-pns.html

    bandingkan dengan negara ini :
    http://sittanto.blogspot.com/2007/10/survei-penghasilan-salari-pegawai-di.html

    tapi kesimpulannya bukan :
    kalo masih bisa korupsi kenapa musti jujur.

  9. y2k mengatakan:

    mas ecko..
    kami suka kumpul-kumpul lho dengan sesama PNS yang se visi yang memang niat kerja, punya SDM yang bagus dan punya dedikasi tinggi.yang paham banget bahwa perubahan yang baik tentang imej kinerja PNS harus dimulai dari diri sendiri.biar nggak banyak PNS yang seperti itu, tapi ada.
    memang harus saling menyemangati satu sama lain untuk selalu “lurus” karena sistemnya aja gak lurus, iya toh…
    tapi yang seperti itu yang biasanya PNS yang lulus murni, punya prinsip, gak pake nyogok

  10. pande mengatakan:

    kalo dikantor saya mah ada yang gak ngantor sampe 3 bulan lamanya. bukan cuti lho. sampe2 atasannya sendiri gak tau yang mana bawahannya tersebut. karena dari pertama mutasi gak nongol2, sampe terpaksa di mutasi lagi ke instansi lain. Udah gol. IIIa malah.

  11. pande mengatakan:

    PNS yang lulus murni makin hari makin jarang. rata2 padaa nyogok. tapi kalopun ada, gak bakalan ada yang percaya. nasib sial saya lolos test CPns tahun 2004 lalu. dikira orang nyogok pejabat. halah…

  12. windi mengatakan:

    om saya mau sharing nih, budaya PNS yang sedikit aneh. Di kantor saya (salah satu badan pemerintah di jkt), bukannya kami yang korupsi waktu, malah waktu kami yang ‘dikorupsi’ ama atasan kami. Datang jam 8, baru bisa pulang jam 7 atau jam 8 malam, ngerjain kerjaan2 “cito”, buat cari muka atasan dari atasan kami. Gak dapat uang lemburan pula. Pusying deeech…..😦

  13. kris mengatakan:

    kalau aku datang telat karena menyesuaikan jam “biologis” kantor, pertama ngapain datang pagi cuma untuk mendapati ruangan kosong melompong alias pada belum datang, kedua seperti mba windi bilang kita datang pagi pulang (hampir sering) malam dan lembur, lebih dari jam ngantor yang rata-rata 8 jam. kecuali ehm… lo mau nunjukin ke bos kalo lo pegawai super, kerja dari pagi ampe pagi lagi

  14. muzzaki mengatakan:

    Ya Ampun..korupsi lg hari ini….

  15. dealer pulsa mengatakan:

    korupsi sudah melekat pada diri kita termasuk korupsi waktu, sepele tapi fatal. saya setuju dengan uraian anda

  16. nita mengatakan:

    wah korupsi elek men..
    😦

  17. solohandicrafts mengatakan:

    Betul betul betul, korupsi waktu lebih berbahaya dari pada korupsi uang. Kalo uang dah pasti kena jerat hukum, kalo waktu? Apa lagi buat bapak-ibu guru yang suka dateng telat. Hampir tiap hari lagi, kalo sekali-kali mungkin masih bisa ditolerir, kalo tiap hari, itu namanya kebiasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: