KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Hati-Hati Membaca SKB 3 Menteri Tentang Ahmadiyah

Kalo elo membaca judul di atas, tentu bertanya-tanya ada apakah gerangan dengan judul tersebut? Kan sudah jelas-jelas tertulis di SKB tersebut bahwa aliran Ahmadiyah tidak boleh menyebarkan ajarannya tersebut meski SKB tersebut tidak membubarkan. Asli, bos…saya tidak sedang melucu. Bukan pula mau bikin orang penasaran dengan judul posting yang bikin ‘gatel’ ngeklik.

Anggap aja blog ini sebagai ajang sosialisasi SKB 3 Menteri tersebut, meski tiga2nya gak ada hubungannya ama instansi gua. Paling tidak semoga yang membaca SKB 3 Menteri tersebut bisa lebih bijak dan tidak asal main gapruk aja. Bagi yang sudah membaca SKB ‘banci’ ini pasti paham bahwa SKB itu hanya memperingatkan secara keras dan melarang peredaran ajaran Ahmadiyah oleh kelompok tersebut. Dan yang paling penting SKB tersebut mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut tersebut.

Lah, trus maksudnya harus hati-hati membaca SKB tersebut emangnya napa? Coba deh dibaca yang bener poin nomor 2: Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya.  Poin tersebut jelas dan tegas mengatakan bahwa pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Yang disasar oleh SKB tersebut yaitu Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). Ya trus maksudnya apa?

Untuk diketahui bersama bahwa aliran Ahmadiyah di Indonesia ternyata ada dua, yaitu aliran qodian yang termanifestasi (opooo kuwi…) dalam bentuk JAI dan aliran lahore yang memiliki organisasi Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) yang berpusat di Jogja. Keduanya memiliki perbedaan signifikan pada masalah posisi Mirza Ghulam Ahmad. JAI menganggap Mirza Ghulam Ahmad berposisi sebagai Nabi yang tidak membawa syari’at, sedangkan GAI menganggap Mirza Ghulam Ahmad adalah sosok pembaharu, bukan Nabi.

Dengan kata lain, SKB tersebut ‘menembak’ JAI dengan jelas, bukan ke GAI. Jadi, mohon diperhatikan sungguh-sungguh SKB 3 Menteri tersebut, dan yang perlu diperhatikan bahwa meski menyimpang, bukan berarti kita berhak maen gepuk trus treak ‘kafir ente!’. Negara kita negara hukum, meski gara-gara Artalyta dan Jaksa-jaksa bejat, kita semakin pesimis dengan penegakan hukum di negara ini. Paling tidak, buktikan ke diri sendiri dulu kalo kita taat hukum, dengan cara tidak maen timpa kepala orang-orang yang dianggap berbeda keyakinan dan penafsiran dengan kita.

Filed under: rakyat, , , , , , ,

10 Responses

  1. satria mengatakan:

    Dunia ini panggung sandiwara..

    ceritanya mudah berubah,

    ada kisah BBM, ada juga kisah Ahmadiyah

    semua berlalu seperti scene sinetron2 wagu

    dan akhirnya CUT..CUT..CUUUTT!!!!

    eh KAT..KAT..KAAAATTT!!!!!! KA-TE-EM kaleee…….

    *warga negara mbangmbung

  2. harfianto mengatakan:

    masa sih… hanya buat JAI..bukan kah mereka sama aja

  3. pnsgila mengatakan:

    @satria,
    GENDHENG!

    @harfianto,
    yups, hanya buat JAI. Itu kata2 yang tertulis di SKB. Kalo masalah mereka sama saja ato tidak, gua kagak ngerti. Yg pasti GAI itu menolak Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, Isa anak Maryam, dan Imam Mahdi. Mereka menganggap sosok itu sebagai Mujaddid (pembaharu). Namun ada fatwa OKI tahun 1985 yang juga menghukumi murtadnya Ahmadiyah Lahore, disamping murtadnya Ahmadiyah Qadiyani.

  4. satria mengatakan:

    GENDHENG = Berarti kita sama donk, satu guendhenk satunya GILA…

    bukan itu MASALAHNYA, masalahnya adalah kita memang harus jadi orang guendheng ato gila untuk membaca semua fenomena “alam politik” di Endonesa.

    Semua TINDAKAN pasti ada TUJUAN , dan semua TUJUAN bermuara pada KEUNTUNGAN.

    Saya yakin seyakin yakinnya semua fenomena ini terjadi memang disengaja dan terjadi untuk diambil KEUNRTUNGANnya. siapa yang diuntungkan? dialah yang mempunyai TUJUAN, siapa yang mempunyai tujuan dialah yang melakukan TINDAKAN.

    dengan melakukan TINDAKAN demo “BODOH” kebebasan beragama TANPA IZIN di MONAS (KAPOLRI SAID THAT)

    aahhh ya sudahlah ini semua sudah jelas, walaupun ditutup tutupi akan semakin menjadi jelas. siapa yang berkepentingan.

    Dunia ini panggung sandiwara..

    ceritanya mudah berubah,

    ada kisah BBM, ada juga kisah Ahmadiyah

    semua berlalu seperti scene sinetron2 wagu

    dan akhirnya CUT..CUT..CUUUTT!!!!

  5. pnsgila mengatakan:

    @satria,
    lagi: GENDHENG, hehehe…. (yoi, kita sama dunk)

  6. windi mengatakan:

    ………………………..(gak jadi komen ah, takut ditimpuk ama fansnya FPI)

  7. Computer Stuff mengatakan:

    apa hubungannya dengan FPI?

  8. zizaw mengatakan:

    mmmm…. semoga kita kembali ke jalan yang benar. amin

  9. zoel chaniago mengatakan:

    kaya nya malah memancing kontroversi

  10. CIAO ITALIA! mengatakan:

    wow kontroversi bener perkara ahmadiyah ini.

    slm kenal euy

    unmacchiato.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: