KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Celah Buat Korupsi di Pengadaan Barang Jasa

Postingan kali ini anggap aja buat pelajaran bagi kita semua bahwa secanggih apapun sistem dan peraturan dibuat, pikiran kotor manusia selalu lebih canggih. Dalam kesempatan ini gua mau tunjukin pola-pola koruptif yang sering dilakukan oleh para ‘tikus’ korupsi dalam setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah. Well…ini bukan maksudnya ngajari yang ndak benar loo… Seperti kata Sun Tzu, kenalilah musuhmu. Kalo pengen perangi korupsi, ya ketahui dulu seperti apa bentuk-bentuk korupsi itu. Masak lo nanti tereak ‘Heh, kuyuk! Korupsi tuh…’ eh ternyata yang ditereaki kunyuk gak korupsi, cuma ngambil honor SK. Apa gak disampluk ama ulekan tuh pala lu…

Oke, berikut sejumlah pola umum yang biasanya dipake buat korupsi yang terkait dengan pengadaan:

Pola pertama, adalah dalam penentuan pemenang lelang. Ini biasanya pola korupsi yang paling sering digunakan. Bisa jadi antara panitia lelang, Pejabat Pembuat Komitmen, maupun peserta lelang sudah membuat ‘kesepakatan’ terlebih dahulu. Ada banyak jalan untuk itu, bisa dengan membocorkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kepada peserta lelang, mengatur para peserta lelang yang lolos pra kualifikasi, dan lain-lain. Intinya, bagaimana caranya si peserta lelang yang sudah berkongkalingkong itu bisa menang.

Pola kedua, adalah dengan mengajukan nama-nama perusahaan bodong atawa bo’ong-bo’ongan. Biasanya ada banyak faktor mengapa nama-nama perusahaan dungdungpret itu bisa masuk. Tapi yang jelas biasanya bila panitia lelang lalai untuk mensurvey nama-nama perusahaan calon pemenang lelang, maka besar kemungkinan untuk nama-nama perusahaan tersebut bisa masuk. Bodong di sini bisa saja itu hanya perusahaan bohongan, atau izin usahanya tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya alamatnya tidak ada.

Pola ketiga, adalah dengan memecah paket pekerjaan sehingga pelelangan bisa diadakan dengan cara pelelangan/pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Tujuannya jelas, agar pemenangnya bisa diatur. Misalnya ada anggaran 1 Miliar untuk paket pekerjaan tertentu, maka biasanya akan dipecah menjadi 10 paket pekerjaan dengan nilai 100 juta agar nantinya setiap pecahannya itu bisa menggunakan pelelangan/pemilihan langsung, atau kalo dipecah jadi 50 juta maka jadinya penunjukan langsung.

Pola keempat, adalah dengan melakukan persengkongkolan antar peserta lelang sendiri. Bisa jadi dengan cara mengajukan penawaran yang irrasional (bisa dengan mengajukan harga yang terlalu rendah atau harga yang terlalu tinggi) yang diikuti oleh para peserta lelang lain yang bersekongkol.

Pola kelima, adalah dengan mengadakan pelelangan atau pemilihan bo’ong-bo’ongan. Biasanya hal tersebut baru bisa dilakukan dengan menggunakan pelelangan/pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Dengan kata lain, sebenarnya pemenangnya sudah ada di tangan, namun pelelangan tetap dilakukan demi memenuhi unsur administrasi.

Oke, mungkin ada yang pengen nambahkan??

Filed under: korupsi, , , , ,

15 Responses

  1. gbaiquni mengatakan:

    maaf masih newbie soal beginian…
    belum bisa menambahkan.

    sedang belajar dari suhu Sun Tzu, eh salah, dari PNSGila…

    memahami untuk menghidari…, kira-kira seperti ini prinsipnya…
    terima kasih atas sharingnya…🙂

  2. kishandono mengatakan:

    ga deh, takut sama kapeka.

  3. nurussadad mengatakan:

    Ma Kasih atas petunjuk nya..
    Ntar Qta praktekin koq…

    btw…

    SD q kan mau pemilihan kepala Sekolah Baru….
    Udah ada permintaan 20 juta buat Calon kepalanya…
    Padahal my SD hanya sekolah Swasta kecil…
    Jumlah murid gak nyampek 100

  4. naruto mengatakan:

    mas PNS, saya sudah nunggu lamaaa.. banget buat dapetin link, n saya dah pasang linknya mas PNS (dah lamaaa banget) tapi sampai sekarang belom dapet respon. Terima kasih sebelumnya yah🙂

  5. pnsgila mengatakan:

    @naruto,
    dah saya link, maaf udah menunggu lama

    @nurussadad,
    wah, kasian banget ya jadi kepseknya…

    @kishandono,
    klo gak merasa salah, g usah takut, mas

    @qbaiquni,
    gpp, bos

  6. neen4 mengatakan:

    knapa si mesti ada honor2an buat panitia2 itu, bukannya pns tu da di gaji ya, n panitia2 itu jg kan krjanya di jam kantor y…
    pake ada uang makan/minum rapat lagi..

  7. wacanbocah mengatakan:

    Tengkyu atas bocorannya. Tapi bingung, mo dipraktikan di mana oalnya masih pengangguran…

  8. yessymuchtar mengatakan:

    cuma mau nyengir aja…hihihih

  9. Pejabat_Pembuat_Komitmen mengatakan:

    ada pepatah mengatakan, serapi2 menyimpan bangkai akan tercium juga..

    nah sama kayak korupsi, serapi2 mengatur administrasi pasti akan ketahuan juga..

    So.. jangan deh korupsi.. kecuali kalo kepepet hehe, padahal enak tuh kalo dipepet-pepet… MAKNYUSSS nya sampe KPK (KOMISI PERUSAK KELUARGA)

  10. masbadar mengatakan:

    pasti anda punya sodara di kapea sono ya..😀

  11. bloGEsam mengatakan:

    Pola keenam: adalah dengan mengisi komentar disini… hehehe **lariiii

  12. ega mengatakan:

    euleuh2…

    sereem yaaa..
    mg2 tobat deh yg korup..
    makannya ga seberapa …dosanya aujubilah..
    hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  13. lydia mengatakan:

    ciyeee pengalaman pribadi nih ye ehemm.. ehemm

  14. pnsgila mengatakan:

    @neen4,
    ya klo gak ada honor2an, pns gak bisa idup (bener loo)

    @wacanbocah,
    gak udah dipraktekkan, skali nyoba, KPK langsung nongol

    @yessy,
    nyengir juga ah…

    @pejabat_pembuat_komitmen,
    S.E.T.U.J.U

    @masbadar,
    ndak punya tuh

    @bloGEsam,
    tp gak dapat duit looo, hehe..

    @ega,
    bener, mending lurus2 ajah, beibeh!

    @lydia,
    walah, masih sempet baca blog ta…inget banyakin tuh ratus-nya, biar harum, hahahaha…:))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: