KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Kisah Si A Long, Bocah Yatim Piatu Yang Terkucilkan

Tadi pagi pas berangkat kerja bareng istri naek kereta, istri gua sempat-sempatin beli Tabloid Nyata. Sumpah! Istri gua yang beli, bukan gua! Kalo ada yang nuduh gua suka baca tabloid gosipan, itu FITNAH! Kalo toh akhirnya gua baca tabloidnya, ya gua penasaran aja (skalian pengen tau gosip Raul Lemos -LO?-). Okeh, gua ngaku gua sempat baca-baca Tabloid Nyata en ternyata gak jelek-jelek amat isinya. Tapi ada satu kisah yang sempat bikin mata gua berkaca-kaca.

Ada satu kisah yang gua baca en sangat menyentuh hati kecil gua. Iya, gua masih punya hati. Jangan ketawa. Ini soal serius. Gua baca kisah seorang anak pengidap HIV yang hidup sebatang kara di kaki gunung di daerah Guangxi, China. Kedua orang tuanya udah meninggal akibat digerogoti AIDS. Yang bikin gua miris, orang-orang di kampungnya mengucilkan anak itu, sehingga si A Long (nama anak itu) harus melakukan segala sesuatunya SENDIRI. Mulai dari bangun tidur, mencuci pakaian, memberi makan ayam, anjing, hingga belajar dikerjakan sendiri. Malah si A Long belajar membaca sendiri!

Si Tegar A Long

Satu-satunya yang menemani A Long hanyalah seekor anjing hitam yang bernama Lao Hei. Yah, si anjing memang najis, tapi jauh lebih bermartabat daripada orang-orang desanya yang tega mengucilkannya. Mereka takut kalo keberadaan si A Long bikin desanya tertular wabah AIDS. Satu-satunya sanak keluarga yang dimiliki oleh A Long adalah neneknya. Kadang si nenek datang ke lokasi A Long dikucilkan untuk berkunjung. Kalo sudah begitu, si A Long untuk beberapa saat terbebas dari pekerjaannya sehari-hari dan bebas bermain-main dengan anjing kesayangannya. Itu pun si nenek gak datang tiap hari. Patut disayangkan kalo si A Long tidak tinggal bersama neneknya, bisa jadi si nenek agak takut tertular virus HIV.

Kamar Si A Long yang sederhana banget😦

Meski di desanya punya klinik, tapi klinik tersebut kadang dokternya gak mau mengobati si A Long. Dulu si A Long sempat kena luka bakar. Dokter kliniknya gak berani mengobatinya. Akhirnya hanya diolesi sendiri oleh A Long pake salep antiseptik. Soal sekolah, pernah si A Long dimasukkan ke sekolah dasar di desanya selama 1 semester. Tapi karena para wali murid keberatan atas keberadaan si A Long dan HIV-nya, akhirnya pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak.

A Long lagi asyik bermain

Yang bikin gua terenyuh adalah ketegaran si A Long. Dia begitu tegar menjalani hidup yang sangat keras untuk anak seumurannya. Mungkin baginya, kehadiran si Lao Hei dan orang-orang baik yang kadang datang mengunjunginya sudah cukup membuatnya bahagia. Makannya pun dia masak sendiri, kadang hanya ditemani oleh nasi dan sayur tanpa garam dan minyak. Bagi A Long, itu sudah cukup. Apalagi dapat kiriman mie dan buah-buahan. Semuanya ia sukuri dengan sepenuh hati.

Anjing Kesayangannya si A Long

Sedang metikin sayuran buat dimasak sendiri

manggul kayu bakar😦

Ini neneknya

lagi belajar

Santap makan yang sangat sederhana😦

Mungkin di Indonesia anak semacam A Long juga ada, malah cukup banyak jangan-jangan. Tapi bagi gua, kisah si A Long sudah cukup membuat hati gua bergetar. Gua berharap semoga A Long segera mendapat penanganan yang semestinya. Dan gua berharap gak perlu ada lagi A Long- A Long yang lain di muka bumi ini.

Sekian. Capek mata gua berkaca-kaca muluk.

Jadi inget lagunya Iwan Fals yang ini:

Images credit: http://www.chinasmack.com/2010/stories/guangxi-chinese-aids-orphan-a-long.html

UPDATE:

Banyak para netizen seluruh dunia yang terharu atas keadaan A Long dan bertanya-tanya bagaimana mereka bisa menyumbang untuk si A Long. Di China sendiri pun bantuan dari para netizen China tidak kalah banyaknya. Alhamdulillah ternyata Tuhan memang Maha Adil. Bantuan pun datang dari penjuru dunia. Akhirnya dari bantuan-bantuan itu dibangunlah rumah yang lebih layak untuk si A Long, tepat di sebelah rumah reyotnya.

Rumah baru si A Long

Yang lebih menggembirakan lagi, si A Long akhirnya diadopsi oleh pasangan suami istri yang baik hati. Mungkin inilah solusi yang terbaik bagi si A Long dan akhirnya dia mendapat kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Yang terpenting lagi adalah dia harus mendapat perawatan yang sesungguhnya untuk penyakit yang diidapnya.

Filed under: rakyat

13 Responses

  1. ruri mengatakan:

    andai aku bisa bawa dia kmari…
    byar pun dya sakit paling menular pun… aku siap temani si along kecil,,, ya Allah sesak rasanya membaca artikel ttg along… smoga smua ni tak berat untuknya.. along percayalah suatu saat nanti kbhagianmu kan tiba sayang,, tuhan maha adil,, tuhan pnya rencana indah untukmu sayang

  2. pnsgila mengatakan:

    Setuju, ampe mau nangis😦

  3. PREMAN INSAF mengatakan:

    g tega rsany,
    y ALLAH jangan biarkan a long sndri lg,
    semoga bahgia selalu menyertainya,
    jangan biarkan si a long kesepian,
    dah ach,g tega aq

  4. Johar mengatakan:

    Begitu memilukan, yang bisa kita ambil hikmah dari Kisah di atas , banyak banyak lah bersyukur atas apa yang kita peroleh sebesar dan sekecil apapun..

  5. yeni mengatakan:

    ALHAMDULILLAH Y ALLAH,semoga kebhgiaan sellu mnyrtainy

  6. agus wiyono mengatakan:

    baru tadi siang baca dinyata, sekarang cari di google, nemu ini. salut gambarnya lebih komplit dari yang diNyata. semoga kebahagian nantinya akan singgah dikehidupan A Long.

  7. olin cantik mengatakan:

    Dua hari yang lalu saya sampai menangis dan teringat terus pada artikel ini. Aku sempat berpikir bagaimana cara membantu A long yang jauh nian di Cina sana…tapi setelah membaca updatenya,membuat saya cukup lega. Semoga A Long berbahagia…

  8. Denny tjah Ayoe mengatakan:

    Klw qw jd A long mampukah qw setegar dia…… Tuhan lindungi A long ¥ªªαα …. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

  9. ngurah mengatakan:

    kisah nyata yang sangat mengharukan, sekaligus bner2 memberi saya inspirasi untuk tetep bersemangat melakoni hidup. menyesal rasanya mengapa hidup seringkali saya keluhkan, padahal hidup dan kehidupan saya lebih baik dari A Long. pelajaran yang menyadarkan kita bahwa hidup mesti selalu disyukuri..
    semoga A Long selalu diberkahi bersama “keluarga” barunya.
    semoga…

  10. DANIS mengatakan:

    Subhanallah…..
    Salah satu kisah yg paling menyedihkan yang pernah saya baca seumur hidup saya….
    Miris hati ini membaca’a dan ingin rasa’a menolong A long yang ada nun jauh di china…
    Tp untuk saat ini mgkin hanya doa yang dapat ku kirim untuk si kecil a long…

  11. elgha mengatakan:

    subhannallah
    semoga aja si A Long selalu menjadi anak yang baik dan tegar dimanapun dia berada dan juga selalu dilindungi sama Tuhan . semoga keluarga barunya yang sekarang selalu memberikan kasih sayangnya kepada A Long.. amin

  12. NIKO mengatakan:

    satu pertanyaan yang ingin saya sampaikan,” jika kita di posisi a long, mampukah qt melewatinya? apakah qt akan setegar a long dan mampu melewati jalan yang telah dia pilih dan dia lalui tanpa memilih jalan pintas lainnya (bunuh diri misalnya)? seberapa besar kekuatan hidup qt jika dibandingkan a long kecil?”
    marilah kita berbisik dan kita tanyakan pada hati kecil kita masing-masing

  13. amd mengatakan:

    ijin share gan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: