KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Berusaha atau “Berusaha”?

Bro and sis, gua cuma pengen sedikit curhat aja sih. Ada yang ingin gua bagi lewat tulisan ini. Sori ye sedikit serius, ato malah emang beneran serius. Gua sebenarnya jarang bikin postingan serius, kalopun ada hanya ada beberapa postingan yang bisa dihitung ama jari (jari tangan ya, bukan jari jeruji sepeda).

Oke, ceritanya gini. Akibat Stasiun Gambir gak bisa dipake lagi buat nyegat KRL Comuter Line, akhirnya gua sedikit ekstra tenaga ke Stasiun Djuanda. Rutenya agak lebih jauh dari Gambir, tapi ya mau bagaimana lagi. Awalnya gua kepikiran pengen naek dari Stasiun Tanah Abang, cuma intensitas perjalanan KRL-nya gak sebanyak yang arah Kota – Bogor. Nah singkat cerita, setiap mau naek ke lantai 2 stasiun Djuanda, otomatis melalui elevator. Bagi yang sering naek KRL dari Djuanda, pasti pernah liat pemandangan di ujung elevator sebagai berikut: Seorang ibu jualan tisu yang sedang momongin anaknya yang baru berusia beberapa bulan dan seorang perempuan yang nyanggon di ujung elevator sambil menengadahkan tangan meminta belaskasihan.

Yang satu seorang ibu yang sambil menyusui anaknya yang masih bayi banget jualan tisu, satunya lagi seorang perempuan yang terlihat sangat sehat meminta-minta. Sungguh kontras. Yang satu si ibu sambil ngemong si bayi dan sejumlah kerepotan mengurus si bayi berusaha jualan tisu. Yang satunya hanya ‘bermodal’ tangan menengadah, si perempuan itu ‘berusaha’ mencari rezeki dengan mengabaikan sejumlah ‘modal’ diri yang masih sehat tanpa cacat. Manakah yang lebih mulia? Manakah yang rezekinya lebih berkah? Ato kasarnya, MANAKAH YANG LEBIH TERHORMAT?

Kadang ketika kita menjalani hidup, kita sering dihadapkan sejumlah keterbatasan. Entah itu berupa harta benda, kondisi fisik, keadaan, hingga keterbatasan sosial. Bagi yang optimis, keterbatasan itu ibarat setrum listrik yang menggerakkan dan mendayagunakan alat-alat listrik. Bagi yang pesimis, keterbatasan ibarat setrum listrik yang membakar tubuh. Kita tinggal pilih, apakah kita memilih untuk memanfaatkan setrum untuk menyalakan lampu dan barang-barang elektronik, atau lebih suka menganggap listrik itu energi berbahaya yang menghanguskan tubuh.

Ato apakah Anda  memilih untuk BERUSAHA ATAU ‘BERUSAHA’?

Filed under: gado-gado, , , , ,

2 Responses

  1. anak smp mengatakan:

    bang…. gak kasian liatin tuh ibu”? ntah minimal beli kek jualannya ato apalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: