KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Resensi Bukunya @pandji Indiepreneur

Halo, piye kabare? (Bentar, disetting subtitle bahasa Indonesia dulu). Okeh, pakabar, broo? Kali ini gua mau ngerensi bukunya Oom Pandji yang judulnya Indiepreneur. Kayak gini nih penampakannya:

indiepreneur

Inget! Liat bukunya, bukan jempolnya!

Keren kan bukunya? Bagi yang gak ngerti kayak apa sih si Pandji ini, silakan follow twitternya di @pandji, dan jangan lupa follow akun gua juga @UyungPNSgila (gak mau rugi, hehe).

Sebeneranya buku ini lebih cocok buat mereka yang memiliki karya ato produk ato apalah pokoknya kayak gitu, tapi kesulitan gimana ngejualnya. Intinya buku ini ingin memberi perspektif baru dalam memasarkan sebuah karya secara mandiri. Bagi elo-elo yang punya karya mandiri, tapi bingung gimana ngejualinnya, nih buku cucok buat ente.

Bagi gua, buku ini keren banget karena sebelum masuk dalam pembahasan terkait menjual produk, Pandji dengan apik memaparkan lebih dulu sejumlah kegelisahan-kegelisahan yang menyelimuti para pekarya (Pandji menyebutnya pekarya untuk orang-orang yang menelurkan karya-karyanya), seperti pembajakan, download gratisan, hingga masalah tentang publisher serta hambatan-hambatan yang dialaminya. Sebenarnya penjelasan mengenai itu sudah pernah Pandji paparkan dalam beberapa e-book gratisnya, yaitu How I Sold 1000 CDs in 30 Days dan MENGHARGAI GRATISAN. Silakan download dua ebook gratis ini.

Dari hasil sejumlah eksperimen dan pengalaman Pandji dalam menjual karya-karyanya, akhirnya lahir formula yang disebut dengan The Great Eight (GR8), yang terdiri dari product, promotion, community, experience, pricing, distribution, collaboration, dan team. Masing-masing dari itu dijelaskan dengan gamblang dan terinci tentang bagaimana membangun produk atau karya yang bisa menjual, melakukan promosi, membangun basis penggemar, memasukkan experience ke dalam karyanya, menentukan harga yang pantas, hingga membangun kolaborasi dan team.

Kalau ditilik secara ilmu pemasaran, apa yang dilakukan Pandji dalam menjual karyanya tidak lebih dari penerapan prinsip-prinsip pemasaran secara umum, namun Pandji mengeksploitasi lebih jauh dengan memanfaatkan internet sebagai tools atau alat dalam mengelaborasi setiap peluang dan mengembangkan nilai dan pengalaman dalam setiap karyanya. Ini unik bagi gua. Orang jualan via internet bukan hal baru lagi tentunya, tapi mendorong produk atau karyanya hingga mampu menghasilkan experience atau pengalaman yang berbeda dengan internet (terutama social media) adalah hal yang luar biasa.

Kadang kita lupa bahwa menghasilkan sebuah karya bukan hanya manfaat saja yang didapat dari karya tersebut, tapi juga apa yang dirasakan atau yang ingin dirasakan dalam menikmati karya itu. Ambillah contoh bila kita membeli mobil, tentu manfaat dari membeli mobil itu adalah sebagai alat transportasi, yang bisa mengantarkan kita kemana kita mau. Tapi kita lupa, manusia adalah makhluk cerewet (hehehe..). Banyak maunya. Makanya, muncullah mobil-mobil yang berkonsep sesuai apa yang diharapkannya. Volvo yang merupakan merek mobil yang diasosiasikan dengan keamanan, Honda diasosisasikan sebagai mobil yang nyaman dipakai, Jeep diasosiasikan sebagai mobil bagi penyuka tantangan alam terbuka dan pemberani, dan seterusnya.

Honestly gua sangat terinspirasi ama buku ini.  Gua secara tulus sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca sebagai pembelajaran para pekarya. Bagi para PNS, buku ini masih cukup relevan untuk dibaca karena mengandung sejumlah pemikiran yang cukup bagus. Inget, berkarya bukan hanya melahirkan sebuah karya atau produk belaka, tapi bagaimana kita bisa memberi kontribusi yang positif dan memberi nilai tambah bagi lingkungan kerja kita.

Gitu aja deh.

NB: Oya makasih loo buku gua disebut-sebut dalam bukunya Pandji, hehehe… (liat halaman 98 :p)

Filed under: gado-gado, pns

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: