KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

Ngomongin Kampung Pulo dan Tetangga

Beberapa hari ini kayaknya rame banget ya ngomongin soal Kampung Pulo. Gua di sini cuma gak mau berdebat ngawur soal siapa yang salah dan siapa yang provokator soal penggusuran di Kampung Pulo. Cukup buka aja tuh Facebook di masing-masing akun lo, insya Allah lo bakal disuguhi para ‘pengamat’ amatiran sok-sok paham nge-share info-info yang entah darimana asal usulnya. Gak usah buka-buka yang lain deh.

Gua cuma mau ngebahas soal Kampung Pulo dari sisi yang laen. Yup, itung-itung latihan lagi nulis blog, hehehe. Coba deh perhatikan, karakteristik apa yang sering nongol kalo ngeliat kampung-kampung kumuh nan padat kayak di Kampung Pulo itu? Yoi, rumahnya rapet-rapet! Gile aja tuh antar rumah satu dengan rumah lain nyaris gak ada sekat. Kadang kalo ada pemisah cuma semacam triplek tipis ato cuma dipisah ama got kecil yang baunya ampun dah bangke banget.

kampung pulo

Di situ mencuat sebuah kata: tetangga. Mereka inilah bukan hanya sebagai makhluk sebelah rumah kita aja, tapi lebih dari itu. Mereka bisa jadi kawan yang baek, musuh dalam triplek, early warning system kalo ada kebakaran dan kemalingan, hingga menjadi gerombolan yang bersatu kalo ada isu penggusuran.

Gua juga punya tetangga. Sebenarnya gua terhitung baru dalam lingkungan dimana gua tinggal sekarang. Setelah susah payah buat dapat pinjaman rumah, akhirnya gua sekeluarga bisa menempati rumah yang cukup nyaman, meski tidak besar. Ini aja bayar cicilan udah empot-empotan, huhu… Nah karena lingkungan gua termasuk baru, maka belum banyak tetangga. Namun setahun terakhir mulai banyak keluarga yang menempati lingkungan gua. Mulailah para tetangga ini (termasuk gua) terlibat dalam paguyuban. Katanya sih biar lebih guyub dan kuat. Oke deh.

Bagi gua, tetangga bukan hanya sekedar say hai trus ngerumpi soal iuran sampah yang naek doang, tapi lebih dari itu. Gua percaya memiliki tentang jauh lebih menguntungkan daripada memiliki cctv secanggih apapun. Menjaga hubungan baik dengan tetangga mungkin resep yang paling ampuh melindungi rumah dan keluarga kita. Dan itu gua percayai sampe-sampe yang namanya kaca jendela rumah gua gak dipasang teralis, karena gua percaya tetangga gua. Padahal di lingkungan gua juga ada satpam yang jaga 24 jam, tapi gua jauh lebih nyaman bila para tetangga inilah ‘satpam’ kita sebenarnya.

Sering-sering bersilaturahim dengan tetangga, membagi-bagi makanan ke tetangga, buat grup WA khusus untuk para tetangga, adalah sebagian cara untuk menjalin hubungan baik dengan mereka. Yah terlepas dari kadang ada sikap sirik-sirikan, sok-sok yang paling tua, atau apalah, tapi yah anggap aja itu sebagai dinamika dalam bertetangga.

Makanya gua bisa pahami kalo daerah seperti Kampung Pulo ini bisa pecah bentrokan semacam itu. Ada nilai yang nantinya akan hilang dimana hal itu dibangun selama puluhan tahun, dan mereka akan merindukannya. Dan nilai-nilai semacam itu tidak bisa diganti dengan uang ato tempat tinggal baru sekalipun.

Ya, itulah yang namanya tetangga.

Filed under: gado-gado, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: