KisaH BeTe eN HePI SeORang PNS

Ikon

Just another my bad days, or a few my good days

‘Mengadili’ PNS Saat Ini

Kalo lo lo pada sering ngikuti tulisan di blog gua ini, pasti lo tau betapa ‘parahnya’ PNS kita ini. Gua memang akui PNS kita ini masih jauh dari harapan untuk berbuat yang terbaik, bukan sekedar baik. Tapi kadang apa yang dicapai oleh PNS saat ini sering kali masih dihantui oleh ‘stigma’ masa lalu yang sulit dihapuskan.

Gua masih menemukan tulisan-tulisan (entah itu blog atau tautan ke suatu posting berita) yang melihat PNS masih jauh dari berubah. Gak percaya? Coba aja buka Google trus searching dengan kata kunci berikut: PNS malas, PNS mesum, dan sejenisnya. Kadang-kadang lo bakal menemukan link yang mengarah ke beberapa posting blog gua, hehehe…

Posting gua hari ini bukan ingin menjelaskan bahwa saat ini PNS sudah lebih baik. Dan gua jujur dari hati gua PNS sekarang memang lebih baik kok. Tapi gua coba ingin mendudukkan sejumlah hal terkait dengan PNS secara proporsional aja. Silakan lo nilai sendiri dan semoga bisa dibaca dengan pikiran yang jernih.

PNS Itu Sarangnya Korupsi

Pernyataan di atas bagi gua bisa jadi ada benarnya. Tapi menghubungkan PNS itu sebagai sarangnya korupsi itu yang harus diluruskan. Pertama, secara statistik, belum ada penelitian yang komprehensif (jiah, kata-katanya xixixi) yang menyimpulkan bahwa PNS di Indonesia itu sarangnya korupsi. Gua akui memang masih ada beberapa tempat di satuan kerjanya berperilaku koruptif. Masih ditemukan pungli-pungli (pungutan liar) yang terjadi di area pelayanan publik. Tapi jangan lupa, sudah begitu banyak tempat yang karena memiliki Pemimpin Daerah yang bagus, praktek semacam itu mulai ditinggalkan.

Gua liat juga sejumlah Kementerian mulai bebenah dalam melakukan Reformasi Birokrasi, seperti Kementerian Keuangan yang menjadi Role Model bagi pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Okelah memang belum sepenuhnya berubah dan masih banyak ditemukan praktek koruptif semacam itu, tapi ini sudah jauh lebih baik dari 10 tahun yang lalu. Gua optimis 15 tahun lagi PNS sudah bisa meninggalkan praktek koruptif sepenuhnya dan bekerja full profesional.

PNS Itu Enak Banget Jam Kerjanya

Pernyataan itu memang benar adanya, hehehe… Dalam Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1995 telah ditentukan jam kerja instansi pemerintah adalah 37 jam 30 menit per minggu. Dengan kata lain, PNS bekerja sekitar 7,5 jam se hari (lima hari kerja). Trus apa yang salah? Kalo ada yang bilang kalo waktu kerja PNS banyak dihabiskan dengan hal-hal yang bukan selain kerja. Benarkah?

Jawaban gua: Selama job description dan beban kerjanya jelas, sebenarnya hal-hal seperti itu tidak perlu terjadi. Hal itu terkait dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang salah satu tahapannya yaitu melakukan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. Jadi kalo masih ditemukan ada PNS yang keluyuran pada jam kantor, ya bisa jadi memang pelaksanaan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja masih belum sepenuhnya diterapkan.

Tapi gua berpendapat jam kerja PNS saat ini sudah cukup. Ada beberapa instansi Pemerintah yang bahkan menambah jam kerjanya melebihi apa yang telah ditentukan. Kalo gua malah berfikir buat apa ngeributin jam kerja selama output dan outcome yang dibebankan ke mereka bisa tercapai. Di PNS pun sama juga dengan di swasta, ada target yang harus dicapai dalam pekerjaannya. Kadang juga kalau lagi sibuk-sibuknya, PNS banyak juga yang pulang malam.

So, kenapa harus diributkan?

PNS Itu Gak Bisa Dipecat

Satu lagi pernyataan yang agak ngawur. Jawaban gua: PNS itu sangat bisa dipecat. Dalam PP no.53/2010 tentang Disiplin PNS sudah sangat jelas, ada aturan atau tahapan yang harus dilalui bila PNS bermasalah dengan PNS. Penerapannya seperti ini:

Penegakan disiplin dengan hukuman ringan tidak masuk kerja selama 5 sampai dengan 15 hari kerja  yang terdiri dari 5 hari kerja mendapat hukuman teguran lisan oleh atasan langsung, 6 hari sampai 10 hari kerja mendapat sanksi hukuman teguran tertulis, dan 11 hari sampai dengan 15 hari kerja mendapat hukum pernyataan tidak puas secara tertulis.

Sedangkan untuk sanksi hukuman sedang bila melanggar disiplin tidak masuk kerja selama 16 hari sampai dengan 30 hari kerja, dengan rincian 16 hari sampai dengan 20 hari kerja dijatuhi hukuman penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun; 21 hari sampai dengan 25 hari kerja dihatuhi hukuman penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan 26 hari sampai dengan 30 hari kerja maka akan dijatuhi hukuman penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.

Sementara untuk sanksi berupa hukuman berat bila melanggar disiplin dengan tidak masuk kerja selama 31 hari sampai dengan 46 hari kerja atau lebih, dengan rincian 31 hari sampai dengan 35 hari kerja dijatuhi hukuman penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun; 36 hari sampai dengan 40 hari kerja dijatuhi hukuman pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah yang menduduki jabatan struktural atau fungsional dan 41 hari sampai dengan 45 hari kerja dijatuhi hukuman pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional; dan untuk 46 hari kerja keatas maka dijatuhi hukuman pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Cukup jelas kan?

PNS Itu Tidak Profesional

Pernyataan yang kurang tepat (pengennya sih bilang sesat, tapi ntar dikira aliran sesat, hehe). Sudah begitu banyak PNS yang secara kemampuan dan kapabilitasnya sangat profesional dan ahli di bidangnya. Coba liat ke BAPETEN, tau kan apa itu BAPETEN? Yup, itu Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Ini Badan isinya orang-orang yang punya kapasitas dan kapabilitas di bidang Nuklir. Tau Bappenas? Yak, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang satu induk dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Isinya adalah orang-orang pinter yang punya background pendidikan yang tinggi dan sangat profesional.

Bagi yang masih berfikir PNS itu isinya orang-orang yang tidak profesional, mungkin bisa jadi kurang piknik atau kurang pergaulan aja. Kalo cuma melihat PNS itu orang-orang yang kerja di bidang administrasi doang, ya kasian banget cara berfikirnya. PNS itu scope bidang dan jangkauannya sangat luas, dan biasanya di bidang-bidang tertentu yang memerlukan kekhususan, pasti diisi oleh orang-orang yang sangat profesional dan kompeten.

Guru dan Dokter merupakan bagian dari profesionalitas PNS itu sendiri. Terutama mereka yang bekerja di daerah-daerah terpencil dan pedalaman. Sungguh seharusnya penghargaan bagi mereka ini harus lebih tinggi dari mereka yang bekerja di perkotaan. Mereka tidak hanya profesional, tapi juga memiliki panggilan jiwa yang luar biasa. Gimana gak luar biasa, untuk ditempatkan di daerah-daerah minus seperti itu butuh lebih dari sekedar profesional.

Kira-kira gitu deh apa yang bisa gua sampaikan. Semoga keberadaan PNS bisa lebih didudukkan pada posisi yang proposional.

Filed under: korupsi, pns, rakyat, , ,

One Response

  1. maykada mengatakan:

    Belum menyentuh akar sesungguhnya tentang PNS. Masalah PNS adalah dia hidup di zona nyaman, apalagi kerjanya adalah menghabiskan anggaran. Kenapa contohnya Bapeten dan Bappenas? Kenapa bukan Kominfo yg isinya banyak pegawai kucrut. Ayolah, gilanya ditambah lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Twitter Gue DONK!

%d blogger menyukai ini: